Jumat, Oktober 7, 2022

Adab Membaca Buku Agar Apa yang Dibaca Menjadi Suatu Ilmu

spot_img

Kutub.id– Membaca merupakan perintah pertama yang di firmankan Allah Swt dalam Al-Qur’an, yaitu QS. al-Alaq surat pertama yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. Dalam proses penyampaiannya yang di sampaikan oleh Malaikat Jibril dengan menyebut ‘Iqro iqro iqro’ Bacalah bacalah dan bacalah.

اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS Al-Alaq:1).

Membaca buku atau kitab adalah salah satu sarana menuntut ilmu yang paling efektif, dengan membaca buku semakin banyak apa yang kita tahu. Buku sebagai jendela dunia, membaca buku merupakan suatu syarat untuk membuka jendela tersebut agar dapat mengetahui bahwa ilmu pengetahuan itu luas seluas bumi ini bahkan lebih luas lagi.

Buku merupakan sumber pengetahuan yang dapat memberikan kita wawasan tentang berbagai hal, seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, motivasi, budaya, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya yang dapat menambah kecerdasan akal dan pikiran kita.

Namun bagaimanakah buku yang kita baca tidak menguap begitu saja, sehingga apa yang kita baca menjadi suatu pemahaman yang dapat menambah wawasan kita.

Islam sebagai agama yang universal yang mengatur segala aspek kehidupan umat tanpa terkecuali membaca buku, karena buku adalah sumber ilmu. Maka dari itu membaca dan meletakan buku juga ada aturannya. Mungkin ini salah satu penyebab kalian sehabis membaca buku pemahamannya yang didapat menguap begitu saja.

Berikut ini adab atau aturan sebelum membaca buku.

1. Niat dengan ikhlas
Sebagaimana hadis yang di riwayatkan oleh Bukhari, sesungguhnya perbuatan tergantung niat:

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. (HR. Bukhari)

Demikian juga dalam hal membaca buku, niatkan terlebih dahulu sebelum membacanya, niat ikhlas ibadah karena Allah semata. Bukan hanya dalam membacanya saja, tetapi saat membeli buku juga harus disertakan dengan niat yang baik. Niatkan membeli buku itu untuk mendulang faedah dari buku tersebut untuk diri dan orang lain. Dengan begitu, kita akan mendapat pahala atas uang yang digunakannya untuk membeli buku, atas waktu yang digunakannya untuk membaca, berbagi ilmu dengan orang lain, serta atas kesungguhannya menjaga dan merawat buku tersebut.

Selain diawali dengan niat, alangkah baiknya sebelum membaca buku ucapkan bismillah, selawat dan doa agar apa yang dibaca menjadi pemahaman bagi kita.

2. Perhatikan siapa pengarang atau penulisnya
Selain dari pada niat, sebelum membaca buku perhatikan siapa penulis atau pengarangnya. Mengingat dan mengetahui penulis atau pengarang buku yang kita baca merupakan bagian dari bentuk rasa hormat dan terima kasih kita atas pemikirannya, tenaganya dan waktunya yang telah menciptakan suatu buku.

Syukur-syukur jika kita punya kelapangan waktu untuk mengirimkan doa untuknya. Lebih afdal jika kita mengetahui latar belakang dan identitas pengarangnya, sehingga pengarangnya pun ikhlas bukunya kita baca, dengan begitu keberkahan dari buku tersebut dapat menyertai kita.

3. Membaca kata pengantar
Kebanyakan orang ketika membaca buku langsung pada pembahasannya dan menghiraukan kata pengantarnya. Padahal kata pengantar adalah bagian penting dari suatu buku, yaitu merupakan gambaran isi buku. Ibarat suatu gerbang pagar rumah, sebelum kita masuk dalam rumah tersebut tentunya membuka gerbang terlebih dahulu, kita tidak bisa masuk ke dalam rumah tanpa melewati gerbang. Begitu juga dengan kata pengantar alangkah lebih baik dan sopan membaca kata pengantar terlebih dulu sebelum pada inti pembahasan.

Kata pengantar berfungsi mengantarkan pembaca kepada isi atau uraian-uraian yang terdapat di dalam suatu buku. Sehingga, kata pengantar bukan hanya berisi ucapan terima kasih kepada Tuhan dan orang-orang yang membantu dalam penulisan, serta permohonan maaf atau kelemahan-kelemahan buku yang ditulis. Bahkan, kata pengantar juga dilengkapi dengan uraian yang mendorong membangkitkan minat orang lain untuk membaca isi buku tersebut.

4. Tandai bagian yang dianggap penting
Saat membaca buku tandai bagian-bagian yang kita anggap penting. Dengan menandai bagian terpenting dalam buku yang kita baca, ini bisa kita baca ulang setelah bacaannya selesai dan juga bisa menjadi rujukan kelak saat teks tersebut diperlukan.

5. Akhiri dengan ucapan hamdallah.
Setelah selesai membaca seluruh isi buku, ucapkanlah Alhamdulillah, bersyukur pada sang maha pemberi waktu yang telah memberikan kesempatan bagi kita untuk menyelesaikan buku bacaan. Diakhiri dengan doa, memohon kepada Allah agar apa yang dibaca bisa menambah pemahaman, memperluas wawasan dan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan sehingga bisa mendobrak kebodohan.

Penulis: Abdul Manap

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles