Senin, September 26, 2022

Adi Marsela: Tidak Ada yang 100% Aman di Internet

spot_img

Kutub.id – Kutub.id dan Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) Indonesia mengadakan pelatihan daring pengamanan data digital bertajuk “Digital Safety Protection for Youth” di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Jumat (20/5/2022). 

Acara tersebut merupakan rangkaian dari acara Diversity Days 2022 yang diadakan bersama IMS, Suara.com, Sejuk, Babad.id, Indotnesia, Norwegian Embassy Jakarta, Hamburger podcasts dan lainnya. 

Dipantik oleh Divisi Internet AJI Indonesia, Adi Marsiela, acara ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran anak muda mengenai keamanan digital mereka yang sering diabaikan. “Sekarang itu orang mau yang mudah, padahal lebih bahaya” Ungkap pria yang akrab dipanggil Adi tersebut.

Materi dibuka dengan ilustrasi bahaya peretasan ketika gawai yang kita gunakan masuk ke layanan Wi-Fi umum. Ilustrasi tersebut menunjukkan mudahnya peretas menyusup dan mengambil data yang ada di gawai, bahkan merekam percakapan di sekitarnya.

Baca Juga : Suara.com and Kutub.id Provides Tips on Securing Personal Data for Young People

Disadarkan melalui ilustrasi tersebut, peserta yang terdiri dari 100 orang secara daring diminta untuk mengecek kebiasaan dalam menggunakan gawai. Assessment fisik seperti penggunaan kata sandi, pin, autentikasi dua faktor dan lain sebagainya dijadikan suatu pemicu untuk menunjukkan kerentanan gawainya.

“Penting untuk mengamankan data digital, karena pelanggaran privasi di internet itu tidak hanya itu saja, karena dapat mengakibatkan timbulnya kekerasan fisik,” terang Adi. Oleh karenanya, walaupun terasa lebih mudah dengan kondisi yang serba digital, kemudahan itu bisa menimbulkan keburukan.

Dibutuhkan beberapa langkah untuk mengamankan data kita agar tidak dimanfaatkan sembarangan. Langkah-langkah yang memang tidak membuat nyaman, namun menjadikan data kita lebih aman.

Menyadari mudahnya akses data pribadi, salah satu peserta, Nissa bertanya mengenai cara melepas akses suatu aplikasi, “Gimana ya caranya biar ga ada pemberitahuan mengenang di Facebook?” Tanyanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, walaupun tidak 100% bisa aman, Adi memberikan tips untuk mengamankan data digital kita, diantaranya: pastikan akses apa saja yang bisa diambil oleh aplikasi yang kita unduh, lakukan pencadangan data ponsel setiap sebulan sekali, ubah kata sandi kita sesering mungkin, dan seterusnya.

Terakhir, peserta diminta untuk secara berkala mengecek nama mereka yang ada di mesin pencarian dan melihat data mana saja yang dapat dengan mudah diakses umum. Hal ini dilakukan untuk mengatur manajemen identitas di internet agar tidak menjadi santapan publik yang dapat menimbulkan kerugian. 

Tonton siaran ulang lengkapnya di Channel Youtube Jabar NU

Pewarta : Diyanah Nisa

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles