Selasa, Oktober 4, 2022

Adisti Meisya Putri, Kader IPPNU Ciamis Sabet Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Jawa Barat

spot_img

Kutub.id- Prestasi gemilang sukses diukir Adisti Meisya Putri, salah seorang kader IPPNU Kabupaten Ciamis asal Sindangasih Banjarsari tersebut berhasil merebut Juara Podium Kedua pada Kejuaraan Pencak Silat Daerah Pelajar dan Mahasiswa se-Jawa Barat tahun 2022 di di GOR Tri Lomba Juang Kota Bandung, Jumat-Sabtu (05-07/08).

Atas pencapaian ini, Adisti mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya dari PC IPPNU Kabupaten Ciamis.

Ketua PC IPPNU, Nurtsani Aprilia mengatakan dirinya sangat mengapresiasi karena banyak kader IPPNU yang hari ini banyak mendapatkan kejuaraan di tingkat provinsi.

“Saya mengapresiasi kader IPPNU Kabupaten Ciamis yang hari ini banyak mendapatkan kejuaraan tingkat provinsi. Kami sangat bangga dan terimakasih yang sebesar-besarnya telah mengharumkan nama IPPNU di Kabupaten Ciamis, mudah-mudahan bisa menjadi motivasi untuk kader lainnya terutama dalam bidang minat dan bakat.”

Selain itu dalam wawancaranya, Adisti yang merupakan siswi SMA Negeri 1 Banjarsari mengatakan bahwa sejak di bangku SD dirinya sudah tertarik dengan dunia pencak silat. Selain itu, sejak duduk di bangku SMP pula Adisti ikut bergabung dengan Parugon Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD).

Pada saat bertanding, Adisti hampir mengalami kekalahan karena beberapa pukulan yang diberikan lawan, baik cedera di bagian hidung, memar-memar di tulang pipi, tulang kering kaki, dan pergelangan tangan. Namun, itu semua tak mematahkan semangat Adisti untuk berusaha bangkit.

“Untuk mencapai babak final saya harus berjuang mati-matian. Meskipun banyak pukulan yang saya dapatkan, semua itu tak mematahkan semangat saya untuk berusaha bangkit,” ucap Adisti.

Selain itu, Adisti mengatakan dirinya harus bertanding dengan beberapa daerah, yakni Kabupaten Garut, Sukabumi, Indramayu, Karawang dan Kabupaten Bekasi.

Adisti menambahkan, pada pertandingan terakhir dirinya dikalahkan oleh pesilat dari Kabupaten Bekasi.

“Untuk mencapai babak final saya harus berjuang mati-matian dan bertanding dengan beberapa daerah yakni Kabupaten Garut, Sukabumi, Indramayu, Karawang dan pertandingan terakhir dikalahkan oleh pesilat dari Kabupaten Bekasi,” imbuhnya.

Sementara, berkat dukungan tim kontingen Kabupaten Ciamis dan berbagai arahan dari pelatih akhirnya pada babak berikutnya dirinya bisa memenangkan pertandingan.

“Banyak hal baru yang dapat saya dijadikan pelajaran dari kejuaraan kemarin. Walaupun gagal untuk mencapai podium tertinggi namun itu bukan alasan untuk patah semangat,” lanjutnya.

Terakhir, Adisti pun berharap agar tetap semangat untuk berlatih dan berjuang di berbagai event lain, “Kegagalan adalah kemenangan yang tertunda dan itu semua membutuhkan proses,” pungkasnya.

Teks/Foto: Delis Yayi Siti Maryam
Editor: Renita

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles