Selasa, Oktober 4, 2022

Ajengan AE Bunyamin: Ber-NU Itu Harus Tertib dan dengan Hati yang Lurus

spot_img

Tasikmalaya, Kutub.id– Ajengan Ae Bunyamin adalah kiai alumni IPNU dengan segudang pengalaman organisasi bahkan tercatat sebagai Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Tasikmalaya terlama dalam sejarah IPNU Tasikmalaya yakni pada tahun 1968-1977, hal ini dikarenakan intervensi orde baru sangat kuat terhadap NU bahkan menurutnya “menjadi Ketua IPNU bisa dikatakan dengan menggadaikan masa depan sehingga sangat sulit melaksanakan regenerasi”.

Dalam wawancara program Ngobrol Bareng Tokoh (Ngokoh) spesial harlah IPNU ke-66 kanal Youtube RKP Official Tasikmalaya Ajengan Ae memberikan pesan kepada kader IPNU-IPPNU dan warga NU agar ibadah kita diterima disisi Allah maka harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu pertama Showaban (aturan atau tuntunan) kedua Muhlison (hati yang ikhlas tulus kepada Allah) kemudian untuk mempertajam showaban harus adanya kaifiat (tata cara), inilah landasan kita beribadah.

Berorganisasi dalam hal ini kita ber NU walaupun bukan ibadah mahdoh harus diniatkan sesuai dengan panduan pada kitab Sullamuttaufiq yaitu:

“يجب على كل مسلم حفظ اسلامه وصونه عما يفسده”

Wajib bagi setiap muslim menjaga setiap keislamannya kemudian menjaga dari segala hal yang dapat merusaknya
Oleh karenanya kita berjuang dengan niat tersebut dan harus merujuk pada Showaban, Muhlison, Kaifiat dan inilah landasan kita berjuang.

Konteks saat ini kita berorganisasi ber-NU maka Showaban adalah menjalankan organisasi harus sesuai dengan tuntunan, aturan AD/ART dan aturan yang ada, maka salah kaprah ketika menjalankan organisasi seenaknya tanpa tuntunan dan aturan yang berlaku.

Muhlison adalah melaksanakan kewajiban muslim tadi dengan konsisten lurus dan berkelanjutan, berani mengorbankan sebagian hidup demi organisasi bukan mencari kehidupan dari organisasi. Untuk kaefiat adalah tata cara yang pokok dalam organisasi dan sudah menjadi kebiasaan di Nahdlatul Ulama.

Perjuangan ini sangat mulia dan luar biasa, karena itu saya ketika bertemu dengan IPNU menjadi gembira tenaga menjadi semangat karena perjuangan ada yang melanjutkan.

Perjuangan hari ini situasinya jauh dengan dulu itu, mana ada dulu itu ada sumbangan dari pemerintah apalagi situasi sulit tekanan orde baru kemudian komunikasi sulit karena terbatas alat. Untuk menjalankan agenda kita menyisihkan uang saku para pengurus untuk keliling dan melaksanakan agenda agenda organisasi namun dalam situasi sesulit apapun tetap pengkaderan dan Gerakan organisasi berjalan karena komitmen semua rekan rekan akan perjuangan.

Untuk hari ini saya kira situasinya lebih mudah sudah sangat terfasilitasi situasi juga sangat mendukung tinggal kita konsisten dan berkelanjutan dalam menjalankan amanah organisasi.

Husni Mubarok
(Sekretaris PW IPNU Jawa Barat)

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles