Senin, September 26, 2022

Amrah Binti Abdurrahman; Murid Sayyidah Aisyah yang Luas Ilmunya

spot_img

Kutub.id Diantara perempuan yang banyak meriwayatkan hadits adalah Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar dan salah satu murid yang meriwayatkan hadits darinya adalah Amrah binti Abdurrahman. Nama lengkapnya adalah Amrah binti Abdurrahman bin Sa’ad bin Zurarah Al-Anshari Al-Madaniyyah. Ia lahir sekitar tahun 21 H/642 M dan merupakan seorang tabi’in perempuan dari Bani An-Najjar yang tinggal di Kota Madinah. Amrah merupakan seorang perempuan yang sangat paham akan ilmu agama, bahkan ia pemimpin perempuan yang pandai di kalangan tabi’in, ia pun termasuk seorang yang tsiqah yakni seseorang yang sangat kredibel dan berkapabilitas dalam meriwayatkan hadist Nabi Muhammad SAW.

 Amrah pun merupakan murid sekaligus anak asuh dari Ummul Mukminin, Sayyidah Aisyah Ra, karena keistiqomahannya bermulazamah dengan Aisyah ia kemudian menjadi ahli fikih di Madinah. Amarah termasuk perawi tsuwag, riwayatnya tercatat dalam kutubus sittah (Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i dan Sunan Ibnu Majah). Ia dididik  langsung oleh Aisyah mereguk ilmunya, menghafal banyak hadits darinya, serta meriwayatkan darinya. Selain itu, dia juga meriwayatkan hadits dari Hamzah binti Jahsy, Ummu Salamah, Habibah binti Sahl, Rafi bin Khadij, dan masih banyak lagi para muhadditsin yang lainnya.

Yahya bin Ma’in mengatakan, “Amrah binti Abdurrahman adalah seorang rawi yang tsiqah dan dapat dijadikan hujjah.” Dan termasuk perawi tsiqah, riwayatnya tercatat dalam kutubus sittah (Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i dan Sunan Ibnu Majah). Al Ajli mengatakan, “Dia berasal dari Madinah dari generasi tabi’in dan seorang rawi tsiqoh.”

Adapun dalam hal periwayatan hadist, Amarah dikenal sangat dapat dipercaya dalam meriwayatkan hadits Sayyidah Aisyah Ra. Hal ini pun diakui oleh banyak ulama. Ibnu Al-Madini dari Sufyan mengatakan hadisnya Aisyah yang paling bisa dipercaya adalah hadisnya Amrah, Al-Qasyim dan Urwah. Umar bin Abdul Aziz pun mengatakan bahwa tidak ada orang yang paling alim tentang hadistnya Aisyah kecuali Amrah. Di masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, sang khalifah memerintahkan para ulama untuk mengkodifikasikan hadis-hadis, salah satu rujukan pengambilan hadis adalah Amrah binti Abdurrahman. Dalam at-Thabaqat al-Kubra disebutkan, Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Abu Bakr bin Muhammad yang berisi: “Carilah hadis Rasulullah SAW, atau sunnah yang terdahulu, atau hadis yang ada pada Amrah, kemudian tulislah. Sesungguhnya aku takut hilangnya ilmu dan wafatnya ahli ilmu.”

Selain banyak meriwayatkan hadist dari Sayyidah Aisyah Ra, Amarah pun meriwayatkan hadits dari sahabat-sahabat lainnya. Diantaranya adalah dari Ummu Salamah, Rafi’ bin Khadij dan saudaranya Ummu Hisyam binti Haritsah.  Sejarah tentang  Amrah ini banyak ditulis dalam kitab A’lamun Nisa’, bahkan sayyidah yang mulia ini telah mencapai tingkatan yang mulia dan telah mencapai kedudukan yang tinggi dalam keilmuan, sehingga membuat para ahli ilmu Rijalul Hadist dan Jarh wa Ta’dil bersaksi akan ke tsiqah-annya, dan bahwasannya dia adalah orang yang paling unggul dalam menghafal hadits dari Aisyah. Jika Sayyidah  Aisyah telah meriwayatkan banyak permasalahan dan hadits kepada wanita, maka  Amrah lah yang menyampaikan hadist- hadits Nabi SAW dan melaksanakan amanah sepeninggal Aisyah.

Demikianlah sosok Amrah Binti Abdurrahman murid perempuan Sayyidah Aisyah yang ilmunya luas dan tak pernah kering. Sosok Amrah menjadi bukti bahwa perempuan harus dan layak menjadi seseorang yang pandai serta berilmu dan mengisi ruang-ruang publik. Amrah pun menjadi bukti bahwa sosok perempuan pun bisa menjadi seseorang yang penting sampainya hadist Nabi kepada umat Islam.

Wallahu a’lam bisshawab

Penulis: Zakia Norma Yunita/Magang
Editor : Siti Fatonah

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles