Senin, September 26, 2022

Anak Muda dan Kesempatan G20

spot_img

Kutub.idKementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) melalui Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Farida Dewi menggelar diskusi publik literasi digital membahas ‘Anak Muda dan Kesempatan G20’ di Grand Asrilia Hotel Convention, Bandung, Senin (25/7/22). 

Kegiatan ini dalam rangka pendalaman potensi digital pelajar sebagai implementasi amanah G20 dalam percepatan transformasi digital multimedia Indonesia. 

Kominfo sebagai salah satu yang diberi amanah dalam tugas ini melakukan pendekatan transformasi digital diantaranya dengan pemerataan infrastruktur teknologi dan komunikasi, pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi dan aman, pembinaan talenta-talenta manusia Indonesia yang memiliki kemampuan dalam apengembangan teknologi digital dan inovasi, serta penuntasan legislasi primer bidang IT dan perlindungan data yang diikuti penguatan kolaborasi internasional di bidang ekonomi digital dan arus data lintas negara. 

Salah satu langkah yang telah dilakukan diantaranya adalah meningkatkan tingkat penetrasi internet di Indonesia. Tingkat penetrasi internet di Indonesia saat ini mengalami peningkatan, dari tahun 2018 ke 2019 mencapai 73,70% kemudian naik di 77,02% di sekitar 2020-2021. 


Farida mengatakan faktor pendorong peningkatan penetrasi ini salah satunya adalah pandemi. Hal ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah di saat pandemi seperti misalnya memberlakukan pembelajaran secara daring atau pembelajaran dari rumah. 

“Begitu pandemi semua nggak bisa ketemu, sekolah nggak mungkin, kita akan kehilangan generasi, maka kebijakan yang memungkinkan adalah belajar dari rumah,” katanya.

“Akhirnya pembangunan BTS dipercepat, untungnya di tahun sebelumnya Kominfo sudah punya program yang namanya palaparing, itu untuk mengakses daerah-daerah yang memang ada di pinggiran pantai,” sambungnya.

Berkaitan dengan pendalaman potensi digital pelajar sebagai implementasi amanah G20 dalam percepatan transformasi digital multimedia Indonesia, pemerintah mendorong anak-anak muda untuk bisa mengembangkan teknologi digital dan inovasinya.

Pemerintah mendorong ekosistem termasuk regulasi, infrastruktur, kemudian SDM melalui pembinaan talenta-talenta manusia Indonesia yang memiliki kemampuan dalam pengembangan teknologi digital dan inovasi.

“Memiliki talenta dalam pengembangan teknologi digital dan inovasi, bukan pengguna teknologi tapi pengembangan teknologi dan inovasi;” tegasnya. 

Selain itu, pemerintah juga mendorong UMKM go to digital dengan melakukan pendidikan dan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM. 

“Ini atas kebijakan Pak Presiden tidak menjadi tanggung jawab Kominfo saja, tapi menjadi tanggung jawab kementerian yang lain misalnya Parekraf, itu berkewajiban juga untuk melakukan edukasi terkait dengan teknologi,” ungkapnya. 

Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Barat ini, Farida mengajak para pemudi untuk menjadi kartini-kartini Indonesia di masa yang akan datang. 

“Presidensi G20 tidak akan terasa tanpa peran pemuda karena presidensi G20 ini adalah masa depan generasi muda,” pungkasnya. 

Pewarta: Diyanah Nisa

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles