Selasa, Oktober 4, 2022

Bangun Ketahanan Budaya, ISBI Bandung Gelar FBN Tahun 2021

spot_img

Kutub.id- Festival Budaya Nusantara (FBN) merupakan kegiatan tahunan Prodi Antropologi Budaya ISBI Bandung  sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2017 lalu.

Dengan mengusung tema Celebrating Diversity and Embracing Creativity, festival ini merupakan ajang perayaan keragaman budaya Nusantara, dengan tujuan menggali berbagai pemikiran dan tren keilmuan terbaru di bidang seni budaya, serta berbagai potensi kreativitas seni dan kearifan lokal di Indonesia, Rabu-Kamis (27-28/10).

Di lain pihak, masyarakat Indonesia adalah masyarakat dengan daya resilience yang tinggi dan memiliki kemampuan beradaptasi yang cepat. Sebagai negara multikultur dengan keragaman etnis, budaya, agama, dan bahasa, ada banyak nilai yang dapat digali bagaimana membangun ketahanan budaya di masa pandemi ini.

Dengan adanya Festival Budaya Nusantara, diharapkan menjadi momentum untuk membangun semangat dan optimisme, untuk membangkitkan kembali ruang-ruang kosong yang gelap akibat pandemi, dengan membuka berbagai kemungkinan kreativitas dan pemikiran melalui ruang virtual.

Selain itu, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai ruang pertukaran gagasan-gagasan ilmiah dan temuan-temuan baru di bidang sosial dan humaniora berbasis kearifan lokal melalui forum akademik yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, menjadi ruang partisipasi dan kolaborasi dalam berkarya, dengan menyajikan beragam pertunjukan dan hasil karya seni lainnya, serta menjadi ruang dibangunnya kerjasama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional dan internasional.

Terdapat 7 (tujuh) mata acara pada festival yang diselenggarakan, yaitu:

  1. International Webinar dengan tema: “Social Changes, Cultural Resilience, and Creative Industries in the Post Covid- 19 Pandemic of Indonesia”, yang mendatangkan Keynote Speaker Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dan para pembicara tamu Prof. Made Mantle Hood (Tainan National University of Arts, Taiwan), Dr. Sharyn Graham Davis (Monash University, Australia), dan Drs. Bambang Sundayana (Asosiasi Antropologi Indonesia);
  2. International Conference yang menghadirkan para pemakalah dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang akan mendiskusikan temuan-temuan terbaru berbagai persoalan sosial budaya pada masa pandemi;
  3. Performance Collaboration antara Indonesia-Australia yang menghadirkan Dwiki Darmawan, Ensamble Tikoro, Ethotik Gamelan Australia, Katro (Karinding Antro), WAJIWA, dan Dosen Antropolgi Budaya;
  4. Virtual Art Exhibition yang mengangkat berbagai artefak budaya dan seni;
  5. Sharing Session with Practitioners menghadirkan Arief Yudi (JAF), Imam Soleh (CCL), Robi (Ensamble Tikoro), Efiq (Ethnotik Gamelan) dan Alfiyanto (WAJIWA);
  6. Talkshow Entrepreneurship yang menghadirkan Kawendra Lukistian (Ketua GEKRAFS) dan Indriyani Handyastuti (Entrepreneurship); dan
  7. Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional untuk Siswa SMA.

Lebih lanjut, kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan disiarkan melalui Channel Youtube FBM ISBI Bandung.

Editor: Renita

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles