Senin, September 26, 2022

Bullying yang Masih Marak di Sekolah dan Bahayanya

spot_img

Halo Sahabat Tangguh, Apakah kamu pernah menghina fisik teman kelasmu? Misalkan “dasar pendek” atau “dasar hitam” dan hinaan fisik lainnya atau bahkan sampai main fisik yang menyebabkan pertengkaran sampai-sampai teman kamu merasa ketakutan dan menangis. Tindakan demikian adalah salah satu contoh tindakan bullying.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bully adalah ancaman dari pihak yang kuat kepada pihak yang lemah, dan ancaman tersebut bisa berupa perkataan ataupun sentuhan fisik. Pelaku bully ada yang sendirian ataupun berkelompok.

Di lingkungan sekolah, baik itu lingkungan SMP atau SMA pasti tidak aneh mendengar pertengkaran antara teman kelas. Alasannya sih bisa macam-macam, misalnya karena PR sekolah, iri kepada teman sekolah, atau bahkan masalah percintaan. Anehnya hal tersebut sering dianggap pertengkaran biasa, karena terjadi antara anak kecil, padahal jika ditinjau dari dampaknya sangat berbahaya.

Tapi kamu tahu tidak? Pertengkaran dengan teman kelas bisa menimbulkan hal yang berbahaya lho.

Kenapa perilaku bulliying ini sangat berbahaya? Karena secara dampak bisa mengancam kehidupan seseorang. Apa saja sih dampaknya? Mari kenali dampak-dampaknya: (1) Mengalami gangguan mental, seperti depresi, rendah diri, cemas, sulit tidur nyenyak, ingin menyakiti diri sendiri, atau bahkan keinginan untuk bunuh diri. (2) karena merasa sangat stres, akhirnya menjadi pengguna obat-obatan terlarang, karena karena dirasa bisa membantu menenangkan. (3) Takut atau malas berangkat ke sekolah. (4) Prestasi akademik menurun. (5) Ikut melakukan kekerasan atau melakukan balas dendam.

Kasus Bullying

Rian, pelajar SD Negeri di wilayah Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang diduga sebagai korban bully teman kelasnya. Akibat dari peristiwa bully itu, Rian tidak mau melanjutkan sekolahnya karena merasa ketakutan dan merasa tidak aman. Bukan hanya itu, dia juga tidak mau berbaur dengan teman-temannya lagi karena merasa trauma akan kejadian menimpanya sebelumnya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dalam kurun waktu 9 tahun, dari 2011 sampai 2019, ada 37.381 pengaduan kekerasan terhadap anak. Untuk Bullying baik di pendidikan maupun sosial media, angkanya mencapai 2.473 laporan dan trennya terus meningkat.

Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak KPAI, Jasra Putra mengatakan, ada kejadian bullying yang mengakibatkan siswa yang jarinya harus diamputasi, hingga siswa yang ditendang sampai meninggal, menjadi gambaran ekstrem dan fatal dari intimidasi bullying fisik dan psikis yang dilakukan pelajar kepada teman-temannya pada Februari 2020.

Bagaimana tindak bullying berbahaya bukan? Maka dari itu dimulai dari sekarang, stop tindakan bullying! sejatinya tidak ada hal yang membenarkan tindakan tersebut karena ini menyangkut dengan kesejahteraan dan kebahagiaan manusia.

Seharusnya sesama teman sekolah harus senantiasa menjalin keakraban dan kerja sama, karena sesama teman sekolah adalah saudara, saudara sesama manusia. Ayo mulai sekarang stop bully teman sekolah!.

Penulis: Hoerunnisa
Editor: Agung Gumelar

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles