Jumat, Oktober 7, 2022

Fenomena dibalik Hubungan dengan Perbedaan Usia Jauh

spot_img

Kutub.id – Pernikahan atau hubungan dengan perbedaan usia yang jauh di Indonesia bukanlah hal yang langka. Seringkali kita diundang untuk menghadiri pernikahan teman ataupun saudara yang jarak antara keduanya bisa sampai lebih dari 15 tahun.

Tak jarang, salah satu diantaranya masih berusia anak (>19 tahun). Hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari masih ‘dinormalisasinya’ pernikahan anak.

Sebelum merembet ke masalah lainnya, tim Kutub mau bagi tahu soal fenomena psikologi dari ketertarikan terhadap usia yang jauh tersebut.

Apa aja sih? Cek langsung aja di penjelasan dibawah yaa

Elecktra Kompleks

Elektra kompleks adalah istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Carl Jung dalam Teori Psikoanalisisnya. Dalam bahasan psikoanalisis, Elektra Kompleks adalah fenomena Ketika seorang anak perempuan memiliki hasrat terhadap ayahnya dan merasa cemburu pada ibunya.

Singkatnya, ini adalah perasaan kedekatan berlebih pada ayah sehingga si anak seolah bersaing dengan ibunya. Elektra kompleks merupakan fase yang ‘wajar’ dialami seorang anak dalam masa pertumbuhan dan pengenalan mengenai seksualitas.

Suatu masa yang wajar apabila tidak sampai mengarah pada hubungan inses (sedarah). Akan tetapi dalam beberapa kasus, tahapan ini terbawa hingga masa dewasanya, bahkan hingga terjadi hubungan inses.

Jika hubungan inses tidak sampai terjadi, biasanya mereka kemudian cenderung mencari pemenuhan pada orang yang mirip/dapat memenuhi kriteria kebapakkan yang sesuai dengan bayangan mereka.

Tak ayal, banyak perempuan yang kemudian mencari pasangan yang usianya berbeda jauh dari dirinya.

Oedipus Kompleks

Kebalikan dari elektro kompleks, kondisi ini adalah fase dimana seorang anak memiliki ketertarikan berlebih pada ibunya dan memiliki kecemburuan atas ayahnya. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud dalam bahasan Fase Perkembangan Psikososialnya.

Agamemnon Kompleks

Jika tadi membahas ketertarikan anak terhadap orang tua, Agamemnon Kompleks adalah sebaliknya. Agamemnon Kompleks merupakan istilah yang Roberta Satow gunakan untuk menunjukkan ketertarikan berlebih dari orang tua ke anakya.

Fenomena ini dianggap lebih berisiko karena adanya ketimpangan kuasa antara keduanya. Bahaya tersebut dapat dilihat dari banyaknya kita mendengar kasus orang tua yang melecehkan bahkan memperkosa anaknya.

Selain dengan pemuasan inses, beberapa kasus juga dilakukan pada sosok yang mirip dengan anaknya.

Tentunya, ini merupakan penjelasan singkat dan bukan merupakan diagnosis resmi, so, jangan self-diagnose yaa…

Sumber: Psychology Today

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles