Jumat, Oktober 7, 2022

Guru Aini, Kisah tentang Keberanian, Cita-cita dan Idealisme

spot_img

Kutub.id-

Mereka yang ingin belajar tak bisa diusir” (hlm:174)

Judul               : Guru Aini

Penulis             : Andrea Hirata

Penerbit           : Bentang Pustaka

Cetakan           : pertama, Februari 2020

Jumlah hal       : 336 halaman

ISBN               : 978-602-291-686-4

Novel Guru Aini merupakan prekuel dari novel Orang-Orang Biasa. Dalam dwilogi ini, Andrea masih setia mengangkat tema pendidikan dalam setiap novelnya. Caranya bertutur sungguh orisinil. khas dan menyentuh hati. Orisinil karena menggambarkan tokoh, karakter serta setting cerita yang lokalitas beserta budayanya. Seperti novelnya yang lain, kekhasan dalam novel ini pun mengangkat kehidupan kaum marginal dengan menggunakan dialek serta humor setempat.

Kisah dalam novel ini dibuka dengan sosok perempuan cerdas dengan lulusan terbaik bernama Desi Istiqomah. Lahir dan besar sebagai anak juragan terpandang juga pintar dalam segala bidang, membuat Desi bisa menjadi apapun yang dia inginkan. Namun tak dinyana, perempuan yang baru 18 tahun dan memiliki sifat keras kepala dan berkemauan kuat itu sudah mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Yakni dia ingin mengabdi di pelosok desa sebagai guru matematika sebab menurutnya negeri ini kekurangan guru matematika. Meskipun awalnya ibunya tidak setuju dan berbagai karir lainnya yang lebih menjanjikan datang padanya, dia tidak goyah sedikitpun. Karena baginya guru adalah panggilan jiwa. 

Dalam perjalannya, ternyata menjadi guru matematika tidak seiindah yang dibayangkan. Ibu guru Desi merasa tertekan hati lantaran tidak tahu lagi cara mentransfer konsep pelajaran matematika pada anak didiknya. Anak-anak terlanjur memandang matematika sebagai sesuatu yang menakutkan. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Aini, seorang siswa dengan nilai matematika yang mengenaskan. Namun karena Aini ingin menjadi dokter karena ayahnya jatuh dan konon hanya bisa disembuhkan oleh ilmu kedokteran modern. Namun, untuk bisa menjadi dokter dia harus pintar matematika. Sebab kata gurunya matematika adalah ibu dari ilmu kimia,  fisika bahkan kedokteran.Aini pun bertekad belajar matematika gurunya langsung. Ibu Desi Istiqomah, meskipun dia harus mengambil resiko besar.

Membaca kisah Aini yang jatuh bangun belajar matematika, seperti membaca kisah para tokoh di novel Laskar Pelangi. Jika di laskar pelangi mengambil sudut pandang siswa yang memperjuang mimpinya. Sedangkan pada novel Guru Aini mengambil sudut pandangan seorang guru yang dengan idealisme tinggi berusaha untuk mentransfer ilmunya. 

Andrea Hirata memang pandang merangkai kata sehingga bisa menjadi kalimat yang begitu indah, setiap adegan yang digambarkan seakan-akan ada di depan mata. Tergambar dengan begitu nyata, penulis seakan ingin mengajak para pembaca untuk merasakan apa yang dirasakan Ibu Guru Desi saat jatuh bangun membuat muridnya paham dan menyukai matematika. Saya pun dibuat kagum dengan perjuangan Aini, ia rela tersuruk-suruk belajar, jatuh bangun, menangis, bersimbah keringat, dan babak belur selama proses belajar. Ketakutan yang menelikung Aini selama ini perlahan terkikis. Maka tak heran jika di bagian akhir cerita terdapat perubahan yang begitu mengejutkan tentang Aini.

Saya rasa buku ini cocok dibaca siapa saja, terlebih untuk para pengiat pendidikan. Meskipun pada beberapa bagian ada humor khas Sumatera yang kurang saya pahami, namun hal tersebut tidak mengurangi keseruan dan keharuan cerita yang ada, rasa-rasanya sahabat kutub pun harus ikut membacanya. Supaya bisa merasakannya. Selamat membaca ya!

Penulis: Siti Fatonah

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles