Jumat, Oktober 7, 2022

Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Perempuan Hiking

spot_img

Kutub.id – Musim liburan seperti ini Sobat Tangguh udah kemana aja nih? Sayang baget deh kalau kita hanya menghabiskannya dengan leyeh-leyeh di rumah, nonton acara televisi yang kebanyakan tidak berfaedah, atau nongki-nongki yang obrolannya kadang gak berarah. Dari sekian banyak kegiatan yang bisa kita kerjakan saat liburan, ga ada salahnya untuk kita mencoba olahraga yang bisa menyehatkan jiwa maupun raga kita?

Tepat sekali, hiking. Hiking atau mendaki gunung merupakan kegiatan yang menyenangkan karena kita bisa refreshing sekaligus berolahraga dalam satu waktu yang pastinya bisa menghilangkan penat kita akan kegiatan sekolah, kuliah, maupun pekerjaan kantor yang rasanya setiap hari itu-itu saja dan terkesan monoton.

Walaupun hiking termasuk golongan olahraga ekstrim dan terkesan hanya untuk laki-laki, namun bila dilihat saat ini, tak jarang perempuan pun ikut menggemari olahraga yang satu ini. Meski sering dicap lemah,  kaum wanita tak mau kalah dan tak sedikit dari mereka yang berhasil menaklukan gunung sampai ke puncaknya.

Seperti mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Devi Yulianty, ia sudah berhasil menaklukan beberapa gunung yang ada di Jawa Barat seperti Papandayan, Cikurai, Guntur, Sanggara dan beberapa gunung lainnya. Terhitung sudah 10 gunung di Jawa Barat yang berhasil ia taklukan.

“Jaman sekarang rasanya udah ga ada lagi batasan buat cewek, udah jamannya emansipasi. jadi tidak menutup kemungkinan kita sebagai cewek bisa juga melakukan hal-hal yang di lakukan oleh cowok. Yang terpenting kita tidak melampaui batas kodrat sebagai cewek,” tuturnya saat diwawancarai via Whatsapp, Selasa (25/6/19).

Seperti pada umumnya saat akan hiking tentunya harus ada persiapan barang bawaan dasar seperti perlengkapan pibadi, sleeping bag, matras, senter dan P3K untuk berjaga-jaga karna kita sedang berhadapan dengan alam. Bawa makanan secukupnya sesua dengan berapa lama kita akan di gunung. Yang tak kalah penting adalah peralatan kelompok seperti tenda, gas dan kompor portable dan peralatan masak lainnya.

Namun sebagai perempuan, tentu akan ada hal-hal yang harus lebih dipersiapkan bila akan hiking. Ijin orang tua bukanlah hal yang bisa disepelekan. Mengingat rida orang tua merupakan rida Tuhan juga. Jadi kalau gak diijinin mending gak usah berangkat ya karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Devi menyarankan dua minggu sebelum berangkat hiking hendaknya melakukan latihan fisik. Latihan fisik adalah salah satu persiapan yang tak boleh ditingalkan. Seperti lari-lari kecil, berenang, skipping atau olahraga ringan yang kalian sukai. Yang penting harus ada persiapan fisik sebelum mendak untuk menghindari cidera.

“Karena kita di alam dan pola aktivitas pasti berbeda dari aktivitas sehari-hari, sehingga latihan fisik sangat dibutuhkan agar fisik kita gak kaget dan gak menyusahkan rekan-rekan kita di sana,” ujar perempuan yang mulai hiking sejak SMA ini.

Perempuan yang hobi hiking lainnya yaitu Anisa Putri. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik itu pun menyarankan untuk perempuan yang ingin mulai mendaki, sebaiknya persiapan fisik seperti lari. Lebih jauh ia menyarankan jangan sampai saat mendaki, kita dalam keadaan haid.

“Ya palingan mah kalau mau mulai hiking kita olahraga aja dulu sebelumnya, kaya lari. Terus juga hindari hiking dalam keadaan haid. Karena kalau kita lagi haid mood kadang kurang baik, kalau haid kan kita harus bersih, nah kalau lagi hiking bakal susah gantinya,” jelasnya.

Selain itu mengingat hobi lain perempuan adalah merias wajah, disarankan agar tidak usah membawa alat make up yang berlebihan. Ini bertujuan untuk mengurangi beban barang bawaan kita. Bawa saja make up yang memang diperlukan seperti lipstik agar terlihat tidak pucat, lipbalm agar bibir tidak kering, dan sunblock agar kulit tidak terbakar.

Dari bawaan pakaian, bawalah pakaian secukupnya khususnya yang akan hiking untuk beberapa hari. “Jadi kita bawa pakaian ketika kita naik, pakaian ketika tidur dan pakaian untuk turun nanti,” kata Devi.

Dari segi perlengkapan, usahakan perlengkapan itu harus sesuai dengan safety procedure. Pakailah sepatu yang memang khusus untuk naik gunung agar nyaman. Carieer atau ransel yang dipakai harus sesuai dengan ukuran tubuh kita. Pakailah pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Jangan memakai baju yang terlalu tebal ataupun terlalu tipis. Lalu pakailah celana yang tidak ketat agar kaki tidak cepat pegal.

Tentu sekuat-kuatnya perempuan, tetap butuh seseorang untuk bisa menjaganya. Oleh karena itu, kita harus membawa teman terutama laki-laki dan yang terpenting berpengalaman pastinya. Karena mereka pasti lebih tahu teknik mendaki ataupun mengerti medan sehingga kita akan merasa tenang dan aman.

Manfaat dari hiking sendiri menurut Devi yaitu ia menjadi lebih paham bila ingin mendapatkan sesuatu tentu kita harus berusaha dulu. “Saat hiking kita jadi bisa ngerti arti kehidupan yang sebenarnya. jadi sebelum kita mencapai suatu cita-cita pastilah bakal ada perjalanan yang amat menyebalkan. Nah dalam mendaki gunung pun seperti itu,” tandasnya.

Berbeda dengan Devi, Anissa berpendapat jika hiking membuat badan kita menjadi menjadi lebih sehat. Karena hiking merupakan olahraga, pastinya akan membuat fisik lebih kuat dan. Selain itu, dengan hiking ia bisa lebih dekat lagi dengan alam dan lebih bersyukur.

Devi berpesan untuk kalian yang hobi hiking  ataupun yang baru akan memulai hobi ini agar tidak hanya sebatas mendaki ataupun hanya menikmati keindahan alamnya saja. Lebih dari itu, membersihkan track pendakian ataupun membawa bibit pohon baru jauh lebih baik dan bisa bermanfaat. Dan yang terpenting yaitu jangan merusak alam.

Sudah siap buat hikingSobat Tangguh? Skuy ah!

Pewarta: Bestari Saniya

Artikel ini telah terbit di Suakaonline.com

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles