Jumat, Februari 23, 2024

Hj Lilis F Balqis: Da’iyah Harus Kuasai Ruang Digital

Bogor, Kutub.id – Forum Daiyah Fatayat Nahdlatul Ulama (Fordaf NU) Kabupaten Bogor menyelenggarakan workshop dakwah digital di Aula Utama Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor Ahad (16/2).

Ketua Fordaf Kabupaten Bogor Hj Lilis Fauziah Balgis mengatakan, workshop ini merupakan wujud kontekstualisasi transformasi dalam bidang dakwah yang diinisiasi sebagai bentuk keterlibatan langsung para nyai muda NU di Kabupaten Bogor dalam mendorong transformasi sosial dan keagamaan.

“Tantangan dakwah semakin tidak mudah di era digital ini, sehingga penting untuk membekali para daiyyah NU yang tidak saja memiliki kapasitas keagamaan, namun juga kemampuan berdakwah secara inklusif di ruang digital,” tutur Balgis.

Workshop Dakwah Digital ini akan dilaksakan secara berkala dengan tujuan menghasilkan sebanyak mungkin daiyah-daiyah muda dari kalangan nahdliyin yang cakap dalam ruang dakwah digital.

“Workshop digital akan kami laksanakan secara berkala dan berkelanjutan. Kami ingin semakin banyak memproduksi daiyah-daiyah an-Nadliyah yang advance di ruang-ruang digital. Bila seluruh entitas bergerak istoqomah maka dalam lima tahun ke depan diharapkan ruang dakwah digital akan dipenuhi oleh konten-konten Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah dari kalangan nyai-nyai muda,” tandasnya.

Membuka acara tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Bogor KH Aim Zaimuddin menekankan pentingnya membumikan cara dakwah sebagaimana yang dicontohkan para wali songo dan para muassis NU di masa lalu.

“Kontekstualisasi dakwah adalah warisan luhur dari wali songo dan para muassis NU. Betapa dakwah berlangsung efektif dan masif karena dilakukan secara inklusif mengikuti jamannya. Fordaf adalah perwujudan kontekstualisasi dakwah an-Nahdliyah masa kini”, tutur beliau.

Lebih lanjut, Ketua Fatayat NU Kabupaten Bogor Niar Tri Maulani menjelaskan bahwa dunia dakwah harus terus adaptif dengan perkembangan di era digital. Menurutnya berdakwah saat ini tidak cukup dengan cara-cara konvensional seperti dulu.

Menurutnya, saat ini perkembangan teknologi sudah canggih dan mempersempit jarak, ruang dan waktu. Pengajian-pengajian atau majelis penyebaran ilmu bisa dilakukan dengan virtual sehingga untuk memanfaatkan perkembangan ini, para daiyah perlu mengembangkan diri salah satunya dengan upaya melek digital.

“Saya sangat mengapresiasi ide Fordaf NU Kabupaten Bogor yang menyelenggarakan kegiatan workshop daiyah melek digital yang dilaksanakan. Dengan ilmu-ilmu yang diberikan narasumber semoga bisa diimplementasikan oleh para peserta sebagai wahana dakwah masa kini,” ungkap Niar.

Sementara itu, anggota Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, Erni Sugiyanti menegaskan pentingnya peran perempuan di ruang publik, tidak terkecuali dunia dakwah yang selama ini lebih lekat dengan dai dari kalangan laki-laki.

“Saya berharap apa yang telah dinisiasi oleh Balgis dan Fordaf Kabupaten Bogor terus dipupuk secara konsisten. Penting kiranya para perempuan NU semakin membuka ruang aktualisasi, tidak terkecuali di bidang dakwah. Pengurus Fordaf adalah para nyai muda yang perlu lebih berperan aktif dalam transformasi dakwah digital,” pungkas Erni.

Acara workshop ini dihadiri peserta nyai-nyai muda perwakilan dari berbagai pesantren di Kabupaten Bogor.

Pewarta: Abdul Hakim Hasan

Editor: Agung Gumelar

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles