Sabtu, September 23, 2023

Info Lengkap, Konsep dan Jalur Masuk PPDB 2021

Gerak, Kutub.id– Memasuki tahun ajaran baru, sejumlah daerah di Indonesia sudah bersiap memulai proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 1 Tahun 2021, tentang PPDB, terdapat 4 (empat) jalur penerimaan yang dapat ditempuh oleh calon peserta didik untuk mendaftar. Dari empat jalur tersebut, Jalur zonasi merupakan salah satu jalur penerimaan sekaligus jalur utama dengan proporsi kuota peserta didik yang paling besar.

Dilansir dari laman kompas.com, Rabu (16/6), Jalur zonasi diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan Pemerintah Daerah berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

Jalur zonasi ditujukan untuk mendorong peran komunitas dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga masyarakat mempunyai rasa memiliki terhadap penyelenggaraan pendidikan, ditunjukkan untuk memastikan masyarakat dari keluarga ekonomi tidak mampu dan anak penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan pendidikan berkualitas.

Ditunjukkan pula untuk membangun iklim kompetisi yang mendorong prestasi peserta didik dan mengakomodasi peserta didik yang berpindah tempat karena hal yang tidak bisa dipilih (pekerjaan/tugas orang tua/wali).

Dikutip dari akun Instagram kemdikbud.ri, antara jenjang SD hingga SLTA, memiliki porsi jalur zonasi yang berbeda-beda dengan rincian, Jalur zonasi SD paling sedikit 70 persen dari daya tampung sekolah, jalur zonasi SMP paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah dan jalur zonasi SMA paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah.

Diketahui untuk jalur masuk melalui prestasi jenjang SMP dan SMA, yaitu menggunakan Rapor, dengan melampirkan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik dari sekolah asal, dan prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Untuk jalur pendaftaran PPDB ini dilarang menggunakan tes masuk.

Sementara untuk jalur perpindahan orang tua/wali dan anak guru yaitu sebagai berikut:

1. Perpindahan tugas orang tua/wali dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan yang mempekerjakan.
2. Anak guru dapat menggunakan jalur perpindahan tugas orang tua/wali untuk menjadi peserta PPDB pada sekolah tempat orang tuanya mengajar.
3. Penutupan peserta didik dalam jalur perpindahan tugas orang tua/wali diprioritaskan kepada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.

Selanjutnya seleksi PPDB untuk SMK yaitu sebagai berikut:

1. Seleksi calon peserta didik baru kelas 10 SMK dengan mempertimbangkan, rapor dilampirkan surat keterangan peringkat nilai peserta didik dari sekolah asal. Prestasi di bidang akademik maupun non-akademik, atau hasil tes bakat dan minat sesuai bidang keahlian yang dipilihnya.
2. Wajib memprioritaskan calon peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan anak penyandang disabilitas paling sedikit 15%.
3. SMK dapat memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili terdekat dengan sekolah paling banyak 10% dari daya tamping sekolah.

Kuota penyandang disabilitas masuk dalam jalur Afirmasi. Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan anak penyandang disabilitas.

Penulis: Abdul Manap

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles