Selasa, Oktober 4, 2022

IPNU dan IPPNU Indramayu Cetak Kader Unggul Penggerak Organisasi

spot_img

Indramayu, Kutub.id
Kaderisasi bagi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menjadi tugas pokok dalam mengembangkan roda organisasi. Bagaimana peran pelajar dan santri dibentuk dan diwujudkan agar terasa manfaatnya bagi agama, bangsa, dan negara.

Untuk implementasi itu semua dan tetap mempertahankan siklus generasi, PC IPNU dan IPPNU Indramayu menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) sebagai gerbang kaderisasi formal kedua di IPNU dan IPPNU menjadi mesin penggerak bagi pelajar dan santri NU khususnya di Kabupaten Indramayu. Lakmud digelar selama empat hari, (1-4/10) bertempat di Aula STKIP PADHAKU (Yabujah) Desa Segeran Kidul Kecamatan Juntinyuat, Indramayu.

Lakmud diikuti 40 peserta dari Indramayu, Cirebon, Bandung, dan Kabupaten Brebes, Jateng. Pada kesempatan itu hadir pula pengurus IPPNU Jabar, Ketua STKIP Padhaku, Ketua IPNU dan Ketua IPPNU Indramayu.

Ketua STKIP Padhaku Segeran, Taufiq Zainal Mustofa dalam sambutannya menjelaskan, IPNU dan IPPNU sebagai kaum terpelajar harus bisa meneruskan perjuangan tongkat estafet perjuang para masyayikh NU.

“Pemuda hari adalah pemimpin hari esok, oleh karenanya kalian sebagai pelajar atau pemuda harus menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin di hari esok, karena maju mundurnya NU ke depan akan ditentukan oleh kader-kadernya hari ini,” ungkap Taufiq.

Ketua PC IPNU Indramayu, Rizky Fajarreza dalam sambutannya berharap Lakmud dapat memberi inspirasi atau angin segar bagi anggota IPNU dan IPPNU yang telah mengikuti Makesta dan aktif di kepengurusan.

“Ketika kalian sudah menjadi kader IPNU dan IPPNU maka harus bisa mewakafkan seluruh jiwa dan raganya untuk keberlangsungan organisasi yang di bawah naungan NU, khidmat kita di NU akan menjadi berkah dalam kehidupan kita, oleh karena itu jangan ragu untuk aktif dan membesarkan IPNU dan IPPNU,” tegas Rizky.

Sementara, Ketua PC IPPNU Indramayu, Mariyah Ulfa memberikan semangat kepada peserta untuk tetap berpendidikan dan berorganisasi.

“Bagaimana kemudian peran kita sebagai pelajar akan dilanjutkan ke arah yang lebih terarah setelah latihan kader muda ini, kalian akan menjadi kader yang siap untuk ditugaskan di mana pun untuk keberlangsungan khidmat terhadap organisasi,” ujar Mariyah Ulfa.

Materi yang disampaikan dalam Lakmud pun merupakan teori praktis yang bukan hanya sekedar terpaku pada materi verbalitas melainkan skill/kompetensi individu dan penerapannya dalam ber-IPNU dan ber-IPPNU. Seperti materi keaswajaan dan ke-NU-an yang lebih menerapkan amaliyah, fikr, ghirah, dan harakah ‘ala Ahlusunnah Waljamaah an-nahdliyah sebagai landasan dalam berkehidupan.

Materi lainnya seperti Komunikasi dan Kerjasama, Network dan Lobiying, Management Organization, Management Konflik, Diskusi dan Persidangan, Study Gender, Kepemimpinan merupakan teori praktis yang harus dikuasai oleh kader muda NU masa kini. sebagaimana tema yang diselaraskan “Mencetak Kader Unggul Penggerak Organisasi”.

Terakhir, peserta pun dibekali kemampuan dalam mengelola media, yang mana hari ini generasi lebih banyak menjadi penonton dan pengomentar dalam media sosial ketimbang menjadi aktivis media, penulis, atau seorang yang berkarya dalam tulisan maupun literatur lainnya. Media harus dikuasai oleh pelajar dan santri dalam rangka mengimbangi siklus globalisasi dan menyebar nilai atau konten yang positif serta maslahat bagi kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

Pewarta: Fikri Hidayat
Editor: Iing Rohimin

Sumber: https://jabar.nu.or.id/detail/ipnu-dan-ippnu-indramayu-cetak-kader-unggul-penggerak-organisasi

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles