Kamis, Februari 22, 2024

Jangan Pusing Memikirkan Hal-hal di Luar Kendali Kita

Oleh Siti Latifah

Sering kali kita mengkhawatirkan hal-hal yang sama sekali belum terjadi. Terlalu dipikirkan, membuat kegalauan, tidak tenang, dan tidak happy. Padahal, yang dibayangkan belum tentu terjadi, bahkan belum tentu menimpa kita. Seperti, “Cinta saya ditolak tidak, ya?” atau “Gimana ya, IPK saya nanti?” dan banyak lagi kalimat-kalimat lain.

Dalam buku Filosofi Teras yang ditulis oleh Henry Manmpiring, dan Epictetus mengatakan, bahwa “Ada hal-hal di bawah kendali (tergantung pada) kita, ada hal-hal yang tidak di bawah kendali (tidak tergantung pada) kita.”

Hal-hal yang berada di bawah kendali, contohnya, pertimbangan (judgment), opini, atau persepsi kita, keinginan kita, tujuan kita, segala sesuatu yang merupakan pikiran kita dan tindakan kita sendiri.

Selain itu, ada hal-hal di luar kendali kita, contohnya, tindakan orang lain (kecuali, dia berada di bawah ancaman kita), opini orang lain, reputasi/popularitas kita, kesehatan kita, kekayaan kita, kondisi saat kita lahir, seperti jenis kelamin, orang tua, saudara-saudara, etnis/suku, kebangsaan, warna kulit, segala sesuatu di luar pikiran kita.

Lebih lanjut, Epictetus menjelaskan dalam buku Enchiridion, “Hal-hal di luar kendali kita bersifat merdeka, tidak terikat, dan tidak terhambat; tetapi hal-hal yang tidak di bawah Kendali kita bersifat lemah, bagai budak, terikat, dan milik orang lain.”

Untuk itu, penting sekali memahami beberapa hal di luar kendali kita yang tak seharusnya membuat kita pusing. Bukankah Allah juga menjelaskan pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an? Pertama, surat al-Baqarah ayat 286, Allah tidak akan menurunkan berbagai permasalahan kepada kita, kecuali disesuaikan dengan kesanggupan kita.

Kedua, surat al-Insyirah ayat 6, Allah menjelaskan bahwa di balik setiap permasalahan itu selalu diikuti oleh solusinya, tidak hanya satu, namun banyak jalannya.

Ketiga, surat al-Baqarah ayat 216, Allah menjelaskan bahwa di balik masalah tersimpan banyak kebaikan.

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah maha mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui sesuatu.”

Dari beberapa ayat di atas, kita perlu belajar tentang Trikotomi Kendali dari William Irvine yang memperkenalkan kategori ketiga (selain hal-hal di bawah kendali dan hal-hal di luar kendali) yaitu, sebagian dari kendali kita adalah studi, karier, dan bisnis.

Tugas kita adalah memfokuskan pada Internal Goal yang masih di bawah kendali kita dan selalu siap menerima hasil/outcome di luar kendali kita.

Penulis adalah Ketua PW IPPNU Jawa Barat.

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles