Senin, September 26, 2022

Jati Diri Pelajar NU Sebagai Spirit Organisasi

spot_img

Bekasi, Kutub.id- Organisasi merupakan wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama dalam merealisasikan cita-cita keorganisasian. Maka, PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Bekasi menggelar diskusi bersama Dedi Ambaryadi selaku Ketua Demisioner PC PMII Kabupaten Bekasi, Sabtu (11/9).

Mengawali kajian diskusi, Dedi menyampaikan, bahwa secara ilmiah kader IPNU dan IPPNU sudah terjun dalam organisasi sejak dilahirkan.

Menurut Dedi, seseorang secara otomatis akan terbentuk keselarasan manajemen dalam mencapai tujuan hidup bersama.

Melihat tinjauan tersebut, ia menjelaskan beberapa sifat yang tertanam sebagai upaya pelajar NU membentuk organisasi yang efektif dan efisien. Pertama, IPNU dan IPPNU bersifat Non-Independen. Artinya, Kata Dedi, organisasi ini merupakan Badan Otonom (Banom) yang terlahir dari rahim Nahdlatul Ulama.

“Organisasi ini terlahir dari rahim NU. Maka, kewajiban kita adalah menjaga kesatuan dan mengembangkan organisasi IPNU dan IPPNU,” ucap Dedi.

Kedua, bersifat Non-Profit. Dedi menuturkan, seluruh pelajar NU tidak boleh mengambil keuntungan secara sepihak, namun dimanfaatkan bersama dalam melayani kepentingan organisasi atau kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Ketiga, bersifat keterpelajaran dan kekaderan. Dalam hal ini, Dedi menegaskan, bahwa tugas IPNU dan IPPNU adalah menghimpun dan membina pelajar NU dalam satu wadah pendidikan dan organisasi.

“Dalam artian, organisasi ini tercipta sebagai wadah mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa, serta menjadi wadah penguatan pelajar dalam melaksanakan dan mengembangkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah,” pungkasnya.

Pewarta: Rabiatul Adawiyah
Editor: Renita

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles