Jumat, Februari 23, 2024

Karomah Kiai Akyas Buntet Pesantren Cirebon

Oleh KH Ahmad Zuhri Adnan

KH Asror Hasan, Ketitang Japurabakti, kakekku, populer dipanggil Kiai Asral. Setelah delapan tahun menikah dengan Nyai Khusnia tak kunjung dikarunia anak

Ghalibnya orang NU, mengadu ke kiai bila mendapat persoalan. Datanglah Kiai Asral ke Kiai Akyas Abdul Jamil Buntet Pesantren

“Sampean kudu tirakat puasa, madep ning Gusti Allah. Puasa patang puluh dina ning kene aja balik!” pesan Sang Kiai. (Kamu harus tirakat puasa. Mendekat menghadap Allah puasa 40 hari di sini jangan pulang).

Sebulan pun berlalu.

“Asral penekna klapa. Ira dewek sing menek (panjat dan petiklah buah klapa. Kamu sendiri yang manjat)!” perintah kiai akyas suatu hari.

Setelah kelapa berhasil dipetik, Kiai Asral disuruh mengupas dan memecah buah kelapa tersebut.

Betapa kaget kiai Asral karena di dalam kelapa ada batu akik.

Disampaikanlah perihal batu akik dari dalam kelapa tersebut.

“Sampean, pulanglah! Kalau nanti anakmu lahir berilah nama Muhammad Al-Amin”

Di perjalanan Kiai Asral agak gundah karena ia telah berazam jika punya anak laki-laki akan diberi nama Mohammad Adnan, sementara sang Kayai memberi amanat untuk memberi nama bayinya bukan nama yang telah dipersiapkannya.

Aneh bin ajaib. Sebulan setelah peristiwa itu, istrinya menyampaikan bahwa dirinya telah telat satu bulan. Bukan alang kepalang senangnya Kiai Asral

Hari yang ditunggu-tunggu pun datang, akhirnya bayi yang dikandung Nyai Khusni pun lahir laki-laki. Sang jabang bayi akhirnya diberi nama Muhammad Adnan Amin.

Untuk kiaiku, Kiai Akyas Abbdul Jamil, karomahmu luar biasa.

Penulis Ketua LDNU Kab. Cirebon

Artikel di atas pernah dimuat di NU Online Jabar dengan Judul Karomah Kiai Akyas Buntet

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles