Selasa, Oktober 4, 2022

Kemana Seharusnya Pemuda Bergerak?

spot_img

Kutub.id – Pemuda merupakan pemimpin Indonesia ke depan dan menentukan arahnya apakah menuju pada kemajuan atau kemerosotan. Artinya jika generasi muda yang ini tidak diarahkan sejak dini ke arah kepemimpinan yang baik, maka akan mencederai kepemimpinan dan kenegaraan di Nusantara ini.

Generasi muda saat ini dalam proses perkembangan dan pertumbuhannya menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan guna terbentuknya jiwa kepemimpinan tiap individu. Perkembangan pemikiran dan bertumbuhnya usia akan mengembangkan diri manusia kearah pemikiran yang baik setidaknya tidak ceroboh dalam mengambil tindakan ketika dihadapkan dengan suatu masalah yang ada.

Mental juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan seseorang dalam menjalankan kehidupannya. Walaupun mempunyai kecakapan dan pengetahuan yang baik, tapi tidak ditopang dengan mental yang kuat tetap saja dalam melaksanakan kehidupannya tidak akan maksimal dalam memajukan Indonesia ke depan.

Jadi jelas antara mental, usia, dan kemampuan seseorang saling berkaitan dalam mencapai generasi muda pemimpin yang mempunyai visioner ke depan umumnya untuk memajukan dan memaksimalkan bonus demografi nanti di tahun 2045.

Pemuda saat ini dituntut untuk menjadi pemuda yang kreatif, inovatif dan mandiri serta mempunyai daya saing dalam kewirausahaan. Saat ini, hampir sebagian besar organisasi maupun jajaran pemerintahan memfokuskan pada kemandirian ekonomi.

Kenapa hal ini begitu penting? Karena untuk menyongsong bonus demografi beberapa tahun ke depan. Sehingga tertatanya ekonomi sejak sekarang generasi muda ini akan mendapatkan bonus tersebut.

Hal ini sesuai dengan program prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga dari tahun 2020-2024. “Pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. Selain itu pengabdian seorang pemuda juga sangat diharapkan ketika terjun di masyarakat.”

Kontribusi yang baik sejak dini akan mampu memajukan masyarakat secara ruang lingkup kecil dan umumnya di Nusantara ini. Pengabdian seseorang dilihat dari bagaimana menjadi bagian dari masyarakat dan berani mengambil resiko ketika terjadi permasalahan yang ada. Di sanalah jiwa kepemimpinan seorang pemuda akan tumbuh dan terlihat dengan sendirinya.

Pemuda sekarang harus membuka jendela baru, menumbuh-kembangkan aspek kepemimpinan guna tercapainya Indonesia yang maju dan bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama.

(Cep Adi Abdul Rozaq)

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles