Jumat, Oktober 7, 2022

Kenali  Konsep Smart City: Kota Pintar melalui pembangunan Berbasis Teknologi yang Unggul 

spot_img

Kutub.id- Pernahkah kamu membayangkan jika streetlight yang berfungsi sebagai penerang jalanan, justru memiliki fungsi lain. Seperti sebagai kamera pengawas, mengukur kebisingan kota, mengukur tingginya polusi udara, atau bahkan menjadi alarm otomatis jika terjadi kecelakaan. Hal tersebut bukannya tidak mungkin, justru dapat terwujud salah satunya dengan konsep smart city. 

Smart city sendiri merupakan  konsep kota yang mana teknologi berperan besar terhadap berlangsungnya stabilitas ekosistem kota. Hal tersebut ditunjang dengan langkah-langkah inovatif terhadap pembangunan yang lebih maju, contonya system e-parking, intelligent transportation system, dan public service technology.

Di Indonesia sendiri, konsep smart city mulai populer di Kota Surabaya dalam penghargaan nasional di ajang Smart City Award pada tahun 2011 lalu, dalam kategori Smart Governance, Smart Living, dan Smart Environment. Pada saat itu, Kota Surabaya telah berhasil menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam tatanan kehidupan sehari-hari.

Kemudian, disusul oleh kota-kota besar lainnya, seperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Yogyakarta. Namun, implementasi smart city pada masing-masing kota tersebut justru berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan karena potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia masing-masing kota memiliki perbedaan.

Pilar-pilar Smart City

Sumber: https://www.hestanto.web.id/konsep-smart-city/

Proses mewujudkan kota pintar (smart city) ditunjang oleh enam pilar yang masing-masing memiliki peranan penting agar penerapan smart city semakin maksimal. Enam pilar tersebut sebagai berikut:

Pilar yang pertama, yaitu smart environment yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan pintar yang diimplementasikan pada infrastruktur serta tatanan kota yang ramah lingkungan. Lingkungan pintar ini dapat kita wujudkan melalui pengelolaan limbah, manajemen sumber daya alam serta pengembangan infrastruktur dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana dan prasarananya.

Pilar yang kedua, yaitu smart society. Konsep masyarakat pintar diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah seperti jumlah penduduk yang semakin bertambah, manajemen sumber daya manusia, dan juga sistem pendataan penduduk.

Salah satu contohnya yaitu inovasi pemanfaat teknologi di Kabupaten Banyuwangi dalam pendataan masyarakat terdampak COVID-19. Inovasi yang dikenal dengan Smart Kampung tersebut berhasil mendistribusikan bantuan sosial secara adil dan merata. Inovasi ini juga berhasil meraih pengargaan Indonesia Smart Nation Award 2020 (ISNA), dari lembaga Citisia Center for Smart Nation (CCSN).

Pilar yang ketiga, yaitu smart economy yang memainkan peranan penting sebagai pondasi kemakmuran suatu negara di tengah tantangan pada era revolusi industri saat ini. Hal ini dapat dilakukan dengan pengaplikasian teknologi dalam proses tansaksi, seperti cashless melalui e-money, m-banking, ataupun QRIS. 

Selanjutnya, Pilar yang keempat yaitu smart branding. Konsep ini bertujuan guna meningkatkan mutu wisata prioritas. Hal ini dapat diaplikasikan dalam proses meningkatkan kunjungan wisata. 

Kemudian, pilar yang kelima yaitu smart government dalam rangka penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khusunya pada kawasan wisata prioritas, juga sebagai upaya pelayanan publik yang baik. 

Terakhir, pilar yang kelima yaitu smart living. Konsep ini bertujuan guna mendorong kawasan tempat tinggal dan wisata yang nyaman. Hal ini didukung dengan penyediaan transportasi dan logistik yang aman dan tentram. 

Pada dasarnya, konsep smart city merupakan inovasi cemerlang yang mungkin dapat membantu kuiatas negara untuk tubuh lebih maju dan modern di era digital saat ini. Enam pilar tersebut menajdi penyokong seabagi proses keberlangsungan dan implementasi smart city di Indonesia.

Penulis : Intan fayizatul

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles