Senin, September 26, 2022

Kenali Toxic Friendship dalam Pertemanan

spot_img

Kutub.idSebagai makhluk sosial, berinteraksi dan menjalin hubungan pertemanan dengan yang lain menjadi sebuah kebutuhan dan menjadi keuntungan tersendiri untuk membuka relasi. 

Akan tetapi, tidak semua teman yang ada dalam Inner Circle kamu semuanya dapat membawa dampak positif. Ada juga teman yang cenderung toxic friendship. Tapi apa sih toxic friendship?.

Toxic Friend dapat diartikan sebagai teman atau bahkan sahabat yang memberikan pengaruh negatif pada kehidupanmu. Ibarat sebuah racun, bukannya mendukung ke arah positif. Malah menghalangimu berkembang dan membuatmu rendah diri, anxious dan takut, hingga trauma jika situasi sudah serius, kehadiran toxic friendship ini pun kerap terjadi pada lingkungan kerja. 

Lantas, seperti apa sih, ciri-ciri teman yang toxic dan patut dihindari?

Merendahkanmu

Gambar: telegraph/ It took me more than 20 years to realise that I was in a toxic friendship  CREDIT: Ruby Martin/Ruby Martin 

Pernahkah Sobat tangguh meminta saran pada teman, namun yang didapatkan justru sebuah penghakiman? atau saat mencurahkan masalah yang ada justru dijadikan bahan bercandaan dengan teman yang lain?. 

Hal yang cukup sering terjadi yaitu mereka menggunakan curhatan atau masalahmu sebagai topik untuk ditertawakan. Meskipun konteksnya tidak serius alias bercanda namun tidak jarang hal seperti ini dapat menjadi bumerang.Kamu yang awalnya berharap mendapatkan solusi pun justru merasa semakin rendah akibat bercandaan pelaku toxic tersebut.

Menyebarkan Gosip

Gambar: https://greatist.com/connect/end-a-toxic-friendship

Baik perempuan maupun lelaki, teman-teman toxic ini pasti gemar sekali bergosip sana sini. Mereka mungkin tidak peduli bahwa kabar burung yang mereka ceritakan itu nyata atau tidak, mereka juga tidak akan repot-repot memikirkan perasaan orang yang sedang digosipkan.

Jika dalam satu atau dua kali tempo, bergosip tentang suatu masalah mungkin itu hal yang biasa, namun ketika gosip mulai terasa tidak masuk akal kamu perlu curiga. Bisa jadi temanmu itu memang hobi berceloteh tanpa memikirkan efeknya.

Terkadang hal-hal sederhana yang kita lakukan bisa selalu menjadi bahan gosip para teman-teman toxic ini. Seolah-olah apa saja yang dilakukan orang lain selalu salah dan memiliki celah untuk di kritik.

Membuatmu Tidak Nyaman bahkan Ketakutan

Gambar Brooke Greenberg / BuzzFeed

Jika kamu pernah merasa tidak nyaman bahkan ketakutan akan kehadiran teman-temanmu, bisa jadi mereka juga termasuk toxic people yang ada disekitarmu. Membayangkan kehadirannya saja kamu mungkin sudah buru-buru ingin kabur dan enggan bertemu.

Hal ini bisa terjadi apabila kamu pernah mendapatkan pengalaman buruk dengan mereka, atau perilaku mereka sering membuatmu tidak nyaman. Misalnya seperti mengganggu kamu setiap kali kalian bersama, memberi tekanan-tekanan mental terhadap orang lain, serta melakukan perbuatan yang merugikan.

Suka Membandingkan

Suka membanding-bandingkan teman satu dengan teman yang lainnya juga merupakan salah satu sifat toxic. Toxic friend bisa saja membandingkan dirinya lebih baik dari pada kamu, atau membandingkan kamu seolah lebih baik daripada kawan lain. Padahal semua ucapannya itu tidak tulus dan semata-mata hanya untuk mendapatkan perhatianmu saja.

Toxic Friend Mempengaruhi Kebahagian Kamu

Menurut psikolog Gillian Needleman, dibutuhkan waktu hingga kamu menyadari apakah pertemananmu tergolong sehat atau toxic.

Dalam pertemanan, pertengkaran adalah hal yang wajar, kok. Namun, satu hal yang perlu kamu tahu, pertemanan sehat akan memberikanmu lebih banyak kebahagiaan dan efek positif, serta masalah di antara kalian dapat selalu diselesaikan dengan baik.

Gambar: https://www.teenbreathe.co.uk/friendship-group-becomes-toxic/Sara Thielker

Setelah bertemu si teman toxic, kamu cenderung merasa lelah dan berat hati. Dampak teman toxic tidak boleh diremehkan, lho. Toxic friend akan membuatmu mempertanyakan identitas dan harga dirimu serta merusak rasa percaya diri

Kamu akan merasa rendah diri karena apapun yang kamu lakukan untuk mereka, tidak akan pernah merasa cukup. Sebab, teman yang toxic lebih senang memanfaatkanmu daripada melakukan sesuatu untukmu.

Toxic friend dapat menyebabkan anxiety. Kamu akan merasa cemas jika mereka sedang bad mood dan merasa takut jika mereka akan marah. Jika dibiarkan, rasa anxiety tersebut dapat berubah menjadi masalah kesehatan mental, seperti depresi.

Itu dia Sobat tangguh informasi mengenai Toxic Friend, semoga penjelasannya dapat membantu sobat untuk mmilih teman yang baik dan tidak Toxic yah!. 

Sumber: https://riliv.co
https://www.psychologytoday.co
https://Gramedia.com

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles