Rabu, November 29, 2023

Kenang-Kenangan Beruang Kutub

Kutub.id – Rasa-rasanya saya kembali jatuh cinta dengan buku-buku terbitan Marjinkiri. Setelah menikmati dan jatuh cinta pada Kisah Kucing dan Burung yang mengajarinyaTerbang. Kali ini jatuh cinta dengan kisah Beruang bernama Baltazar lewat buku Kenang-Kenangan Beruang Kutub.

Buku ini ditulis oleh Claudio Orrengo Vicuña, seorang cendekiawan dan politisi Cile. Melalui buku ini dia mencoba melawan kediktatoran pemerintah pada saat itu melalui kisah-kisah yang dituturkan oleh Baltazar.

Kisahnya dimulai dari seorang beruang kutub yang ditangkap oleh pemburu liar dan menjadikannya sebagai penghuni kebun binatang. Dari balik jeruji kebun binatang inilah beruang kutub yang kemudian diberi nama Baltazar menuturkan berbagai kisah. Mulai dari penculikan, pengasingan, penolakan, pertemanan bahkan sampai rasa kehilangan.

Meskipun hanya berjumlah 68 hlm, tetapi setiap kata dan kalimat di dalamnya memiliki kedalaman dan maksna yang begitubpenuh. Satu halaman ke halaman berikutnya bisa dimaknai apa saja, tergantung sudut pandang pembaca. Meskipun berlatar belakang politik, penulis bisa membuat buku ini tak semata terlihat sebagai sindiran politis.

Meskipun buku terjemahan, teman-teman online tidak perlu khawatir karena penerjemahnyabtetap membuat kalimat enak dibaca dengan sedemikian indahnya

Perjalanan bersama Baltazar ini begitu menyenangkan jiwa. Membaca buku ini serasa diajak berselancar dengan kata dan pengalaman yang menghangatkan sekaligus menyedihkan. Dan tentu saja, ada kenang-kenangan si beruang kutub yang akan mengejutkan pembaca. Semua yang diungkapkan Baltazar adalah renungan atas kemerdekaan, dan jiwa manusia yang menurut Baltazar adalah tidak jauh
berbeda dengan kehidupan beruang kutub.

Tetapi, Baltazar kemudian sadar bahwa manusia sejatinya terkungkung dan Baltazar yang ada di kebun binatang dan dikerangkeng, justru lebih merdeka.

Ada satu kutipan yg saya sukai yakni “Karena keheningan adalah suara kebaikan, tak diragukan lagi bahwa kebaikan berlangsung diam-diam di setiap sudut dunia manusia” (hlm 45).

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles