Jumat, Oktober 7, 2022

Kopri Desak Polres Ciamis Usut Tuntas Kasus Pelecehan di Desa Cipapar

spot_img

Kutub.id – Pimpinan Cabang Koprs Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri Kabupaten Ciamis menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Ciamis, Jumat (1/7/2022). Mereka menuntut tindak lanjut pelaku pelecehan seksual yang terjadi di Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis yang diduga dilakukan 4 orang yang masih dianggap kerabat oleh korban berusia 12 tahun.

Menurut keterangan warga setempat korban merupakan seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus (ADHD). Kasus ini diketahui oleh pihak keluarga yang melihat tanda-tanda tidak biasa pada korban sehingga ditindak lanjuti, kemudian pihak Polsek setempat terjun menjadi penyidik dan tim perlindungan penanganan korban dari TP2KBP3A Kabupaten Ciamis.

Namun, Kopri PMII Putri Kabupaten Ciamis menilai adanya kejanggalan dalam proses penegakkan hukum yang tidak ditegakkan pada pelaku tersebut. oleh karenanya dalam aksi tersebut mereka membuat beberapa tuntutan diantaranya:

  1. Menuntut Kapolres Ciamis untuk mengusut tuntas kasus pelecehan seksual di Dusun Cicapar Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis, dan menghukum 4 orang pelaku dengan hukum yang berlaku.
  2. Meminta Kapolres Ciamis dan jajarannya untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
  3. Mengingatkan kepada aparat penegak hukum bahwa UU TPKS telah disahkan. Maka implementasinya harus didukung bersama sama.

“Di sini keseriusan Polres Ciamis dalam menindaklanjuti pelecehan menjadi kunci profesionalisme kepolisian ke depan,” kata Ketua KOPRI PMII Ciamis, Ilma Sripa Nurmila.

Aksi tersebut disambut hangat oleh Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, ia mengatakan bahwa Polres Ciamis akan siap mengawal sampai tuntas kasus tersebut, bahkan siap untuk turun ke lapangan sebagai penyidik.

“Kapolres Ciamis akan mengawal tuntas kasus tersebut bahkan ikut andil turun sebagai penyidik dengan membawa bukti-bukti yang bisa menguatkan atau berpihak terhadap korban,” paparnya.

Nepi Anjani, anggota Kopri dalam orasinya mengatakan bahwa HUT Bhayangkara yang ke-76 adalah hanya sebatas ucapan selamat, tidak untuk suksesnya Kapolres Ciamis sebelum bisa mengusut tuntas kasus pelecehan seksual tersebut.

PC Kopri Ciamis memberikan waktu 2×24 jam untuk Polres Ciamis memberikan tindak lanjut dari tuntutan yang disebutkan. Jika tuntatan tidak terpenuhi, mereka mengatakan akan siap kembali melakukan aksi dengan membawa lebih banyak masa.

Pewarta: Irman
Editor: Agung Gumelar

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles