Senin, September 26, 2022

Lomba 17 Agustus Semangat Para Pemuda

spot_img

Kutub.id – Sobat tangguh pernahkah kalian ikut lomba agustusan? Perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus tentunya sangat identik dengan berbagai kegiatan terutama perlombaan. Masyarakat khususnya di Jawa Barat biasa menyebutnya dengan lomba agustusan. Dalam perayaan ini, berbagai elemen masyarakat di kampung ramai memeriahkan kegiatan lomba agustusan. Dimulai dari anak-anak SD atau SMP yang mengikuti lomba makan kerupuk atau balap karung sampai remaja SMA bahkan bapak-bapak yang biasanya ikut lomba panjat pinang.

Namun dibalik itu semua ada hal menarik dalam perayaan lomba agustusan. Dalam setiap kegiatannya semuanya dikelola dan direncanakan oleh anak-anak muda di daerah itu. Setiap kampung pasti memiliki organisasi kepemudaannya masing-masing, bahkan menjadi gengsi tersendiri jika ada satu kampung yang tidak punya organisasi kepemudaannya. Biasanya kampung yang tidak memiliki organisasi kepemudaan tidak memiliki kegiatan di kampungnya alias sepi. 

Bagaimanapun juga kegiatan-kegiatan yang diadakan di kampung hanya bisa dijalankan oleh anak-anak mudanya. Mengapa begitu? Karena jiwa semangat dan kreatifitas mereka jadi poin lebih. Bapak-bapak ataupun ibu-ibu yang notabene punya kesibukannya masing-masing belum tentu bisa melakukannya atau meluangkan waktunya. Sehingga mereka mempercayakan sepenuhnya uforia kegiatan di kampungnya pada anak-anak mereka yang punya kreatifitas dan semangat yang tinggi.

Kreatifitas dan semangat tinggi inilah yang menjadi salahsatu indikator pemberdayaan masyarakat khususnya di kalangan pemudanya. Peran pemuda dalam lingkungan masyarakat pelopor kegiatan-kegiatan positif di lingkungan masyarakat terlebih di bidang pendidikan. Pemuda disini adalah mereka yang telah memiliki kemandirian dalam dirinya dalam rentan usia anak SMP keatas dimana mereka telah belajar bagaimana berorganisasi di sekolah formalnya misalnya di Pramuka atau OSIS. Tanggung jawab dalam kegiatan-kegiatan di kampungnya akan menjadi sarana pendidikan bagi mereka untuk melatih social skills mereka seperti sikap kepemimpinan dan gotong-royong. 

Pendidikan ini tidak akan mereka dapatkan di kelas, mereka hanya akan mendapatkannya ketika masuk dalam sebuah organisasi kepemudaan yang di dalamnya ada kepanitian. Disana mereka belajar untuk mengkonsep kegiatan, membuat perencanaan, dan menyelenggarakan event seperti lomba agustusan. Di zaman digital seperti sekarang ini justru pendidikan seperti inilah yang dibutuhkan anak-anak muda sehingga mereka tidak terjebak dengan gawai mereka yang membuat mereka menjadi individual dan sulit untuk bersosial.

Selain itu hanya dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat kemasyarakatan kita bisa menurunkan nilai-nilai luhur bangsan kita seperti gotong-royong, sopan santun, dan lain sebagainya. Sehingga ajang lomba agustusan tidak hanya sekedar euforia belaka namun banyak nilai-nilai filosofis di dalamnya, yakni tentang bagaimana masyarakat di kampung tersebut bisa bersilaturahmi, merefleksikan perjuangan dengan sportifitas saat berlomba, atau mencoba menjadi sosok pemimpin dalam mengatur jalannya kegiatan. 

Bahkan jika kita lihat lebih jauh setiap lomba memiliki muatan filosofinya masing-masing. Permainan-permainan daerah juga banyak dihadirkan di dalam perlombaannya, tentunya dengan tujuan untuk melestarikan budaya yang ada. Itulah nilai-nilai yang bisa mereka para pemuda penerus Indonesia pelajari dalam bingkai kegiatan agustusan merayakan kemerdekaan Indonesia. 

Oleh Muiz/Magang

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles