Jumat, Februari 23, 2024

Make Up Masih Menempel di Wajah Saat Berwudhu, Sahkah?

Kutub.id- Umumnya, kehidupan wanita tak bisa terlepas dari sebuah make up. Terkadang, apabila wajah sudah berhias dengan pulasan make up, tibalah waktu untuk melaksanakan shalat. Tentu saja harus berwudhu dahulu agar bisa melaksanakan shalat.

Namun, masalah muncul ketika seseorang melakukan wudhu, yaitu terdapat make up yang menghalangi sampainya air pada anggota wudhu pada wajah seseorang. Apakah wudhu itu sah? Perlukah seseorang membersihkan make up dahulu, ataupun sebaliknya?

Membasahi badan yang tergolong anggota saat hendak berwudhu adalah kewajiban. Bahkan, Rasulullah SAW sampai mengancam:

وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ

“Celaka atau lembah wail (di neraka jahanam) bagi para pemilik tumit yang tidak terkena air wudhu. Sempurnakan wudhu kalian!” (HR. Muslim).

Untuk menjawab hal tersebut, hal yang perlu dipahami ialah karakteristik dari jenis-jenis make up yang dipakai. Secara umum, jenis make up dibagi dua:

Pertama, memiliki ketebalan dan membentuk lapisan. Misalnya make up Waterproof. Jenis make up ini harus dihilangkan dahulu sebelum melakukan wudhu, karena bisa menghalangi sampainya air ke anggota wudhu. Jika tidak dihilangkan, maka wudhunya tidak sah. Sebagaimana dijelaskan dalam Hadist Riwayat Abu Dawud:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ أَبِي يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى قَوْمًا وَأَعْقَابُهُمْ تَلُوحُ فَقَالَ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنْ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ

“Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan telah menceritakan kepada kami Manshur dari Hilal bin Yasaf dari Abu Yahya dari Abdullah bin Amru bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat suatu kaum yang mata kaki mereka terlihat masih kering, maka beliau bersabda: Celakalah bagi mata kaki dari siksa api neraka, sempurnakanlah wudhu .” (HR. Abu Dawud)

Kedua, make up tidak membentuk lapisan-lapisan baru, hanya sekedar bekas yang dapat hilang dan menyerap air dengan mudah, maka tidak wajib dibersihkan terlebih dahulu. Kecuali, keberadaan make up yang tipis tersebut dapat bercampur dan merubah sifat air, maka juga wajib dibersihkan. Imam Ibnu Hajar juga menegaskan dalam kitab Tuhfah al-Muhtaj:

وَأَنْ لَا يَكُونَ عَلَى الْعُضْوِ مَا يُغَيِّرُ الْمَاءَ تَغَيُّرًا ضَارًّا أَوْ جُرْمٌ كَثِيفٌ يَمْنَعُ وُصُولَهُ لِلْبَشَرَةِ

“Hendaklah pada anggota tubuh tidak ada sesuatu yang dapat merubah air dengan perubahan yang berpengaruh (pada sifat air) atau sesuatu yang tebal yang mencegah sampainya air pada kulit.” (Tuhfah al-Muhtaj Hamisy Asy-Syarwani, I/187)

Dari jenisnya kita sudah bisa menangkap, bahwa salah satu jenis make up yang banyak digemari saat ini adalah jenis yang pertama. Waterproof artinya anti air. Hal ini, jelas menunjukkan jenis make up tersebut mempunyai ketebalan dan lapisan. Sehingga, harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum berwudhu.

(Renita)

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles