Senin, September 26, 2022

Mengenal Depresi pada Anak dan Gejalanya, Orangtua Perlu Waspada

spot_img

Kutub.id- Tak hanya orang dewasa, rupanya anak-anak pun bisa mengalami masalah depresi dan stres berat. Anak-anak yang ceria, penuh semangat dan bahagia tidak jarang terlihat lebih murung, mudah marah dan menutup diri. Hal inilah yang dikhawatirkan sebagai salah satu gejala stres atau depresi padanya.

Ketika anak mengalami depresi, orang tua penting untuk lebih waspada. Orang tua juga penting mencari agar masalah yang dihadapi anak segera teratasi dengan baik. Orangtua juga penting untuk mengembalikan rasa percaya diri anak, rasa bahagia dan kenyamanan dalam dirinya.

Mengutip dari Cleveland Clinic, depresi adalah gangguan suasana hati yang bisa membuat seseorang merasa sedih dan putus asa. Kondisi ini bisa memengaruhi rutinitas tidur, pola makan, sampai hubungan dengan oranglain. Bahkan, depresi juga bisa menjadi penyebab seseorang kehilangan minat dari hobi yang biasa anak lakukan.

Pada kasus yang parah, depresi bisa memicu keinginan untuk bunuh diri. Saat seseorang mengalami depresi, psikolog atau dokter kejiwaan bisa mendiagnosis depresi bila gejala berlangsung selama dua minggu atau lebih. Tentu untuk mendapat vonis tersebut tidak bisa sembarangan, anak perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh oleh petugas medis.

Perbedaan stres dan depresi pada anak

Perasaan sedih, marah atau kesal sangat normal dan wajar terjadi pada semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. akan tetapi, orang tua perlu memperhatikan anak apakah sedang depresi atau stres karena kedua ini adalah kondisi berbeda. Stress dan depresi merupakan kondisi umum yang sering terjadi dan bisa terjadi pada usia berapapun.

Penyebab stres adalah banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang. Kondisi ini bisa muncul dalam situasi tertentu, misalnya saat anak kurang tidur, akibat pola asuh orang tua, tekanan dari pergaulan, dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan orang dewasa, stres pada anak bisa saja membuat mereka semakin bersemangat untuk menghadapi tantangan. Namun, di sisi lain stres juga bisa mematahkan semangat mereka. Jika si kecil sudah mengalami stres yang sudah terlewat dari batas normal, mereka sangat rentan mengalami depresi.

Sementara itu, depresi adalah sebuah penyakit mental dengan ciri-ciri kelainan mood yang mempengaruhi perasaan, cara berpikir, dan berperilaku. Kelainan atau gangguan suasana hati ini membuat seseorang memiliki berbagai masalah emosional dan fisik.

Orang yang depresi akan menghabiskan energinya karena merasakan sedih berkepanjangan dan merasa tidak mampu melihat kesenangan seperti yang sebelumnya. Itu sebabnya, energi mereka akan habis untuk melawan dirinya sendiri. Dalam beberapa kasus, depresi muncul sendiri tanpa adanya stres terlebih dahulu.

Gejala depresi pada anak bisa bermacam-macam, sehingga setiap orang tidak selalu memiliki gejala yang sama. Hal tersebut tergantung pada anak dan gangguan suasana hati yang anak alami. Sering kali, depresi pada anak tidak terdiagnosis dan orangtua tidak mengobatinya karena tidak menyadari dari gejala.

Mengutip dari hellosehat, berikut ini beberapa gejala depresi pada anak yang umum terjadi.

  1. Mudah tersinggung bahkan cenderung untuk mengamuk.
  2. Sering merasa sedih dan hampa karena menganggap bahwa hidupnya tidak berarti.
  3. Nafsu makan meningkat karena mencoba menenangkan diri.
  4. Kurang nafsu makan karena merasa semua makanan tidak enak.
  5. Tidak tertarik pada hal yang biasanya ia sukai.
  6. Mengalami kesulitan tidur dan merasa lelah sepanjang hari.
  7. Sulit berkonsentrasi sehingga terjadi penurunan prestasi yang drastis di sekolah.
  8. Adanya keluhan fisik seperti sakit perut atau sakit kepala.
  9. Kesulitan berinteraksi dengan orang lain sehingga menarik diri dari lingkungan sosial.
  10. Tertarik dengan kematian yang tidak biasa seperti ingin melakukan bunuh diri.
  11. Tidak percaya diri.
  12. Terlihat lemas dan kurang bersemangat karena kehilangan energi dari menangis.
  13. Merasa pesimis, putus asa dan tidak berguna yang berlebihan.

Penting untuk orang tua ketahui bahwa gejala depresi pada anak sebenarnya berbeda-berbeda. Beberapa anak yang mengalami depresi masih bisa membaur dengan lingkungan sosialnya. Namun, kebanyakan anak-anak yang mengalami depresi akan mengalami perubahan aktivitas sosial yang sangat mencolok.

Apa yang perlu orang tua lakukan? Saat melihat gejala atau ciri-ciri depresi pada anak, sangat penting untuk orang tua berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Obrolan ini sangat penting Anda lakukan untuk mengetahui perasaan dan permasalahan yang sedang ia rasakan.

Apa pun masalah yang anak rasakan, sesepele apa pun, tetap meresponsnya sebagai masalah serius. Penting untuk orang tua berada di pihak anak agar ia percaya kepada orang tuanya. Hal ini bisa membantu anak untuk keluar dari masalah yang sedang ia rasakan.

Editor: Renita
Sumber: Berbagai Sumber

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles