Kamis, Desember 1, 2022

Mengenal Self Harm; Penyebab dan Cara Mengatasinya

spot_img

Kutub.id—  Sobat tangguh pernah denga tentang Self-harm? Atau pernahkah kalian ngeliat teman dekat atau orang terdekat tiba-tiba memiliki luka sayat di lengan atau bagian kulit lainnya?. Namun ketika kalian tanya alasannya kenapa ada luka seperti itu, jawaban mereka cenderung nggak masuk akal dan membuat kamu merasa ada hal yang disembunyikan.

Selain itu, mereka pun terkadang cenderung suka mengisolasi diri dari lingkungan sosial. Bisa jadi hal tersebut merupakan salah satu bentuk Self-harm. 

Self-Harm itu apa sih?

Perilaku Self-Harm itu adalah segala tindakan yang dilakukan dengan sengaja dan dilakukan untuk menimbulkan rasa sakit serat kerusakan pada tubuh sendiri. Seperti, menyayat kulit menggunakan benda tajam, membakar kulit dengan bara api, atau menggaruk kulit sampai terluka.

Namun, tindakan Self-Harm bukan hanya itu saja. Ada juga yang melakukan Self Harm dengan minum alkohol dengan jumlah yan berlebihan serta menggunakan obat-obatan dengan tujuan untuk meluapkan emosi negatif.

Tindakan Self-Harm ini memberikan kepuasaan tersendiri pada individu yang melakukannya dan merasa lega dan bisa membuat kecanduan lho. Tentunya tindakan tersebut tidak ada manfaatnya, juga membuat kita benci dan hilang rasa empati kepada diri sendiri serta membuat kita terjebak dalam lingkaran Self Harm.

Lalu apa penyebab Self-Harm?

Tindakan self Harm kerap dilakukan untuk melampiaskan mengalihkan perhatian, atau mengatasi emosi berlebih, misalnya stres, marah, cemas, sedih, kesepian, putus asa, mati rasa, rasa bersalah, atau benci kepada diri sendiri.

Terkadang individu yang cenderung melakukan Self Harm adalah mereka yang memiliki masalah namun bingung tentang masalah yang sedang dihadapi serta bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Juga, perasaan penolakan, kesepian, marah, kebencian dan perasaan negatif lainnya ada diri sendiri. 

Ketika tidak tahu harus melakukan apa, individu tersebut melakukan Self-Harm sebagai jalan keluar dan berasumsi bahwa hal tersebut bisa membuatnya lebih baik.

Namu, jika menurut menurut Cornell University’s Self-Injury and Recovery Research and Resources (SIRRR) menjelaskan bahwa penyebab individu melakukan Self-Injury atau self-harm ini karena sebagai mekanisme coping diri, jadi self-harm ini dilakukan sebagai cara seseorang merasakan sesuatu saat mengalami mati rasa atau kehampaan dan mengalihkan perhatiannya dari depresi atau kecemasan. Beberapa individu melakukan self-harm itu untuk membuat luka yang melambangkan rasa sakit emosional mereka, sementara individu yang lain melakukan self-harm sebagai cara untuk menghindar untuk mengungkapkan perasaannya kepada orang-orang terdekatnya.

Jika sudah terjadi, bagaimana cara mengatasinya?

Nah Sobat tangguh bagaimana jika ada orang terdekat atau kenalan kita atau bahkan diri sendiri sudah terindikasi Self-Harm?.

Temukan support system, mendapat dukungan secara sosial dan psikologis   dari keluarga, teman dekat merupakan kunci untuk meminimalisir tindakan  Self-Harm. Berbagi dengan pihak-pihak yang dapat mendengarkan dan memberikan arahan positif.

Melakukan self care, yaitu aktivitas yang membuat nyaman dan tenang. Misalnya, melakukan me time dengan mendalami hobi, seperti bermain musik atau melukis, agar dapat membantu mengekspresikan emosi dengan cara yang positif.

Membangun pola hidup sehat, misalnya rutin berolahraga, cukup tidur dan istirahat, mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang serta menghindari konsumsi minuman beralkohol dan narkoba.

Melibatkan diri dalam aktivitas sosial, misalnya melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membantu atau bermanfaat bagi orang lain atau melakukan hobi yang disenangi.

Minta bantuan dari profesional, yaitu dokter untuk perawatan luka secara medis dan psikolog atau psikiater untuk memberikan penanganan secara psikologis. Terapi dan konseling dengan psikiater atau psikolog bertujuan untuk mencari tahu penyebab tindakan menyakiti diri sendiri, sekaligus menemukan cara terbaik untuk mencegah terjadinya tindakan ini.

Perilaku self-harm ini harus segera diatasi yah Sobat tangguh, jangan segan-segan untuk datang ke psikolog atau layanan konseling lainnya jika kalian membutuhkan bantuan lebih profesional.

Sumber bacaan lainnya: https://www.psychologytoday.com/intl/blog/teen-angst/201202/silent-cry-help-understanding-self-harm

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles