Jumat, Oktober 7, 2022

Musik Menyatukan Kemanusiaan

spot_img

Oleh KH Husein Muhammad
Di Indonesia, Sunan Kalijaga, seorang sufi besar adalah orang yang berhasil mengislamkan masyarakat Jawa yang masih menganut agama Hindu dan Budha, melalui musik.

Lirik-lirik lagu yang diciptakannya, seperti Lir Ilir atau Tombo Ati berisi nilai-nilai spiritualitas yang tinggi dan mengungkapkan ajakan kemuliaan hidup berdasarkan ajaran-ajaran Agama.

Memahami suara-suara musik seperti itu memang tak mudah bagi pada umumnya orang. Akan tetapi tidak bagi pikiran-pikiran yang jauh dan bagi jiwa-jiwa yang tercerahkan.

Gus Dur adalah bagian dari kelompok ini. Baginya gubahan-gubahan musik klasik para maestro dunia antara lain Beethoven, Mozart, Bach, Chopin dan Debussi mengandung makna-makna spiritual yang mendalam.

Lebih dari sekedar kesenangan pribadi pada musik-musik seperti ini, bagi Gus Dur, mengutip kata-kata Beethoven, “seni menyatukan semua orang”.

Musik, seperti dikatakan banyak orang, adalah universal. Musik, seperti cinta, tak punya agama. Ia dapat dinikmati siapa saja, agama apa saja, dan di mana saja, di setiap bangsa dan Negara, dan budaya.

Ia merupakan kekuatan untuk menyatukan dunia. Dan Gus Dur dan Mawlana Jalal al-Din Rumi terlalu berhasrat pada cita-cita ini.

Penulis adalah Pengasuh Pesantren Darut Tauhid Arjawinangun Cirebon.

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles