Selasa, Oktober 4, 2022

Pelajaran dari Drama Twenty-Five Twenty-One yang Bikin Semangat Menggapai Mimpi

spot_img

Kutub.id– Twenty-Five Twenty-One merupakan drama yang menceritakan tentang menggapai mimpi dengan latar pada saat Korea mengalami krisis tahun 1998. Drama yang sedang mendekati paruh waktu tamat  ini dibintangi oleh Kim Jiyeong berperan sebagai Go Yoo-rim, Kim Taeri sebagai Na Hee Do, Nam Joo-Hyuk sebagai Baek I-Jin, Lee Joo Myung sebagai Moon Ji-Ung.

Drama yang mengambil sudut pandang dari Na Hee Do ini beralur maju mundur antara tahun 1998 dan tahun 2022. Na Hee Do merupakan siswa SMA yang konsisten untuk meraih mimpinya menjadi atlet anggar tim nasional Korea Selatan dan menjadi saingan idolanya Go Yoo-rim. Selain itu, drama inipun menampilkan perjuangan tokoh utama lainnya yang berjuang meraih mimpinya di tengah krisis ekonomi tahun 1998.

Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari drama ini dalam menggapai mimpi.

Konsisten Dalam Meraih Mimpi
Impian Na Hee Do menjadi pemain anggar nasional hampir terhenti karena ibunya sempat menolak dan tidak mengijinkannya bermain anggar lagi karena tidak ada kemajuan dari permainan Hee Do. Selain itu, krisis ekonomi akibat International Monetary Fund (IMF) di Korea pada saat itu, memaksa klub anggar sekolah Hee Do berhenti karena tidak cukup pendanaan. Namun Hee Do tidak patah semangat, ia mencari jalan untuk pindah ke sekolah demi berlatih anggar dengan fasilitas yang memadai.

Begitupun dengan Bak I-Jin, seorang anak pengusaha kaya yang tiba-tiba jatuh miskin akibat perusahaan ayahnya bangrut karena krisi IMF terpaksa harus keluar dari bangku kuliah dan mencari cara untuk bangkit kembali dan menemukan mimpinya yang lain. Karena keuletannya dan konsisten bekerja akhirnya ia berhasil menemukan bidang yang dia sukai yakni menjadi reporter.

Disiplin
Karakter Na Hee Do di drama selain pantang menyerah, kuat, ceroboh juga sangat disiplin lho. Ketika dia meminta bantuan kepada pelatihnya untuk bisa masuk ke tim nasional. Segala perintah dari pelatihnya dia jalankan tanpa mengeluh, karakternya yang gesit malah membuatnya selalu tepat waktu baik saat latihan maupun mengerjakan hal yang harus dilakukan. Hal tersebutlah yang membuat pelatihnya pun semangat dan memberikan ruang untuk melatih Na Hee Do agar kemampuan beranggarnya meningkat dan ia pun bisa masuk ke tim nasional.

Tidak Pantang Menyerah
Drama Twenty-Five Twenty-One ini menggambarkan bagaimana kondisi pahitnya Korea Selatan pada tahun 1998 dimana keadaan ekonomi Korea mengalami krisis atau yang dikenal sebagai masa IMF. Kondisi inipun secara tidak langsung berdampak pada kehidupan lima orang muda. Seperti dampak krisis yang terjadi pada Na Hee Do ( Kim Tae Ri), ia menjadi salah satu anggota anggar di sekolahnya. Timnya harus bubar karena tidak ada pendaan lagi yang dapat menopang kegiatan latihan. Hal ini tentu membuat Na Hee Do bersedih dan kecewa, namun dia tidak larut dalam kesedihan. Melainkan ia pantang menyerah dengan berusaha pindah sekolah hanya untuk menjadi atlet anggar yang dia impikan.

Karakternya yang sangat percaya diri dan bertekad melakukan apapun membuat dia bisa melalui kesulitan yang ada. Hingga akhirnya ia berhasil menjadi anggota tim nasional anggar.

Karakter Back Yi Jin pun di sini digambarkan sosok yang tak pantang menyerah, ia juga mengalami masa-masa sulit yaitu ayahnya bangkrut pada masa krisis itu. Alhasil, ia tak pantang menyerah, ia terus mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari loper koran, menjaga toko komik hingga melamar kerja kemanapun. 

Membuat Catatan dan Mengevaluasi Diri
Setelah berhasil menjadi tim anggar nasional tidak membuat Na He Do menjadi berleha-leha. Namun dia pun semakin rajin berlatih anggar bahkan memiliki target untuk mendapatkan medali emas. Na Hee Do bukan hanya disiplin dalam berlatih anggar, dia pun memiliki buku harian kecil yang berisi daftar tugas yang harus diselesaikan, evaluasi latihan dan rencana selanjutnya. Sehingga dia bisa tahu apa yang ingin dia lakukan dan target apa yang menjadi prioritasnya serta kekurangan dalam proses latihan yang perlu diperbaiki.

Nah, itulah beberapa pelajaran yang dapat diambil dari drama korea Twenty Five Twenty One. Yang tentunya masih banyak sekali pelajaran baik yang bisa Sahabat Kutub ambil dari drama ini. Ada yang sudah menonton juga? Sharing di kolom komentar ya!

Editor : Siti Fatonah

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles