Jumat, Februari 23, 2024

Penanaman Pola Asuh Anak yang Baik ala Aisah Dahlan

Kutub.id – Setiap keluarga mempunyai gaya pola asuh yang berbeda-beda yang tentunya dengan harapan agar anak dapat mendapatkan pendidikan yang terbaik dengan dengan perkembangan yang positif. Orangtua bisa dikatakan sebagai panutan bagi anaknya. Hal ini membuat peran sebagai orangtua tidaklah mudah. 

Oleh karenanya, memiliki pola asuh yang baik sangatlah penting, namun pola asuh anak juga harus menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. Pola asuh yang lebih menerapkan gaya otoriter, permisif, demokratis merupakan beberapa pola asuh yang cenderung tidak akan berhasil jika diterapkan di masa kini. 

Melihat perubahan di era sekarang yang serba digital, pola asuh anak lebih menekankan pada interaksi kebutuhan fisik maupun psikologis seperti pencukupan rasa sayang, rasa aman, dan menumbuhkan semangat sosialisasi dalam hubungan masyarakat. Menjadi orang tua pun harus bisa memahami kebutuhan anak baik itu laki-laki maupun perempuan karena Allah berfirman dalam surat Al-Imran: 36,

“dan laki-laki tidak sama dengan perempuan” 

Dalam salah satu video youtube yang berjudul Pola Asuh Yang Baik, dr. Aisah Dahlan mengatakan salah satu perbedaan yang ada pada anak laki – laki dan perempuan diantaranya ada pada otak kanan dan kirinya. 

Otak kanan pada dasarnya berfungsi pada Emotional Quotient (EQ) yang melingkupi kemampuan sosialisasi, komunikasi, interaksi sosial, dan berhubungan dengan kegiatan seperti bermain, menari, melukis, bernyanyi, bermain musik. Sedangkan otak kiri lebih berhubungan dengan logika atau kemampuan berpikir, menulis, menghitung, dan menganalisa. 

Lantas perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan dijelaskan oleh dr. Aisah Dahlan terletak pada fakta bahwa otak kanan laki-laki lebih cepat berkembang dibandingkan dengan otak kirinya. Sedangkan perempuan itu seimbang. Tak heran banyak fenomena anak laki-laki lebih senang bermain dibandingkan belajar. 

Kita bisa ambil hikmah dalam hal ini, dengan penciptaan tersebut, diharapkan kelak di usia dewasa anak laki-laki lebih kreatif ketika berperan untuk mencari nafkah. Sedangkan, perempuan dianggap mampu melakukan pekerjaan secara multitasking, walaupun pada faktanya itu tidak efektif dan destruktif. 

Namun, dari penjelasan singkat dr. Aisah Dahlan tersebut, dijelaskan pentingnya menyesuaikan pola asuh kita terhadap anak laki-laki dan perempuan karena pada dasarnya pertumbuhan otaknya berbeda. 

Otak kanan dan otak kiri manusia yang berlainan kelamin juga memiliki perbedaan massa. Diklaim oleh Dahlan, otak lelaki lebih berat 100 gram dibandingkan otak perempuan. Lalu di otak ada batang batang dan ada kumpulan serabut melalui tulang sumsum belakang, dari sumsum tulang belakang keluar serabut-serabut saraf yang menyebar keseluruh tubuh dengan berbagai cabang. Sistem saraf ini bagaikan listrik membawa pesan dari otak, indra-indra yang mendengarkan juga melihat yang nantinya akan disalurkan melalui sistem saraf sehingga badan berpengaruh.

Dalam channel youtube dr. Aisah Dahlan, dijelaskan bahwa di dalam otak manusia ada bagian otak lobus frontalis yang berfungsi untuk belajar tentang pendidikan. Nasehat-nasehat yang kita ajarkan dan setiap adanya informasi itu terjadi sambungan melalui sistem saraf ke seluruh tubuh. Maka semakin diulang-ulang akan semakin diingat pula informasi tersebut.

Pentingnya memberikan nasihat bagi orangtua kepada anaknya tentu menjadi pengetahuan bagi anak dalam menjalankan kehidupan sehari-seharinya, sebab nantinya akan membentuk sebuah perilaku anak dalam pola kesehariannya. Menanamkan hal baik pada pola asuh anak sejak kecil sangatlah penting. 

Dalam hal ini, orang tua juga harus mengerti ketika memberikan nasihat harus sesuai dengan usianya. Sejak dini sekitar usia dibawah 5 tahun anak lebih menyukai pola dengan cara mengisahkan, menceritakan dan mendongengkan. Hal ini akan cukup efektif bagi sang anak karena di usia dibawah 5 tahun, otaknya masih bersih sehingga akan semakin kuat daya imajinasinya ketika bercerita. 

Sebagai orangtua tentu jangan menyepelekan hal kecil dalam memahami anak. Cara pemahamannya bisa melalui bahasa kasih untuk masing-masing anak. Bahasa kasih yang dimiliki anak harus kita sesuaikan dengan pola asuh yang akan kita terapkan. Seperti jika ada anak yang lebih suka dengan physical touch, maka dia akan merasa disayangi ketika orang tuanya mencium pipinya, mengelus kepalanya dan sebagainya.

Dengan kita memiliki pola asuh yang baik dengan menanamkan hal-hal kecil kepada anak, kita akan membentuk sebuah pribadi yang bagus untuk masa depannya. Sebab menurut dr. Aisah Dahlan, beradab bukan sebuah keterampilan melainkan menjadi sebuah kebiasaan. 

Maka dari itu, penting bagi kita sebagai orang tua untuk memberikan pola asuh yang baik sedari dini, karena itu akan berpengaruh pada perkembangan organ tubuh, khususnya otak. Ketika kita menanamkan hal buruk maka itulah yang akan dicerna oleh sang buah hati, sebaliknya, jika kita menanamkan hal yang baik maka tubuh anak pun akan merespon dengan hal baik. 

Pewarta: Anisa Sopiyanti

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles