Senin, September 26, 2022

Pentingnya Growth Mindset Bagi Perempuan

spot_img

Kutub.id- Setiap individu akan mengalami beragam dinamika sehari-hari. Ada hal-hal yang dapat kita labeli sebagai pencapaian atau mungkin kegagalan. Oleh karena itu, manusia memerlukan kemampuan introspeksi selain mengkritisi penyebab kegagalan dari luar diri.

Hal di atas adalah penjelasan terkait konsep ‘faktor pertumbuhan diri’ bagi perempuan agar mudah beradaptasi dalam menjalani kehidupan.

Growth Mindset atau pola pikir bertumbuh adalah pola pikir dasar yang ada saat kita memiliki keyakinan mendasar, bahwa pembelajaran dan kecerdasan dapat tumbuh seiring waktu dan pengalaman.

Dalam merayakan Hari Perempuan Internasional, Siti Latifah selaku Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi Jawa Barat mengatakan, bahwa peringatan tersebut menjadi perayaan yang penting untuk mengakui segala prestasi yang diraih perempuan tanpa memandang asas, etnis, bahasa, budaya, ekonomi sampai kepada pandangan politik, Selasa (8/3).

Ia menyebutkan, andai kita semua diberi kesempatan untuk menerawang sejarah para perempuan di masa silam, seperti Cut Nyak Dien, Cut Mutia, dan Kemala Hayati, yang merupakan segelintir pejuang perempuan yang tidak hanya cerdas dan piawai dalam berbagai hal, bahkan mereka juga mampu berdiri tegap sebagai komandan pasukan perang tanpa gentar.

Selain itu, latar belakang sejarah Indonesia yang menunjukkan, bahwa perempuan ialah jenis kelamin yang berada pada strata kedua dalam masyarakat di “dapur, sumur, dan kasur”, tilas sejarah ini yang memenjara ruang gerak perempuan sehingga menghasilkan stigma dalam masyarakat.

“Sudah saatnya kita bersama-sama benahi segala kesalahpahaman yang telah mendarah daging di kalangan masyarakat kita tercinta, sudah saatnya pula perempuan mengakui dan percaya atas segala prestasi positif yang telah ia ciptakan,” ujar Puput sapaan akrabnya.

Berdasarkan hal tersebut, Puput menyebutkan agar perempuan masa kini mampu mengembangkan pemikiran yang terbuka, serta mampu diselaraskan dengan tema perayaan tahun ini, yaitu #BreakTheBias.

#BreakTheBias menjadi sebuah kampanye yang dapat dilakukan untuk mengajak masyarakat dunia agar memiliki kesadaran terhadap bias-bias yang selama ini menempel pada perempuan dan berupaya mematahkannya,” ungkapnya.

Seiring perkembangan zaman kiprah perempuan dalam kehidupan publik semakin meningkat dengan terbukanya akses pendidikan untuk siapa saja dan tumbuhnya kesadaran perempuan akan hak-haknya. Perempuan dapat belajar apa saja berdasarkan bakat dan minatnya.

Puput mengutip dari seorang Guru Intelegensi Mutakhir, Robert Sternberg, bahwa faktor terpenting yang menentukan bagaimana seseorang mencapai keahlian tertentu bukanlah kemampuan yang sudah melekat sebelumnya, melainkan usaha keras dengan maksud yang jelas.

Kemudian, Binet pun mengatakan, orang yang paling cerdas, tidak selalu menjadi yang paling cerdas pada akhirnya.

Maka dari itu, apa yang dikatakan oleh Robert dan Binet dapat dijadikan renungan, bahwa seorang perempuan tidak akan mencapai kemerdekaan yang diharapkan apabila tidak ada usaha yang keras untuk menggapainya. Ia menambahkan, hanya perempuan yang memiliki mindset tumbuh yang meyakini kualitas dasar seseorang dapat diolah melalui upaya-upaya tertentu.

“Perempuan yang memiliki mindset tumbuh akan percaya bahwa setiap perempuan bisa menjadi apa pun, bahwa dengan motivasi dan pendidikan yang tepat kualitas-kualitas diri dapat dikembangkan,” tuturnya.

Terakhir, ia mengajak agar perempuan jangan sampai rubuh, “Yuk terus bertumbuh dan jangan sampai rubuh, karena dunia membutuhkan dirimu untuk terus berkembang!” pungkasnya.

Teks/Foto: Siti Latifah/Ketua PW IPPNU Jawa Barat
Editor: Renita

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles