Selasa, Oktober 4, 2022

Peran Pelajar Milenial di Era Digital

spot_img

Kutub.id – Sebagaimana kita rasakan bersama, hari ini sudah semakin terasa bahwa kecanggihan alat teknologi sudah sangat berkembang pesat. Sekarang melakukan dan ingin apapun begitu mudah dan cepat.

Kemudahan akan akses dari pelbagai hal menjadi kegembiraan semata dengan hadirnya era digital. Bagaimana tidak, segala aspek penunjang kehidupan sudah tersedia pula secara digital.

Banyak orang berbisnis di media atau kita kenal Network Marketing sebagai sarana bisnis online masa depan. Bahkan tak jarang, saat ini beragam awak media mulai masif membuka jasa pelayanan secara online.

Melihat hal demikian, sudah saatnya seorang kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) harus mengikuti perkembangan zaman. Lantas apa yang mesti dilakukan kader IPNU saat ini?

Peran Kader IPNU Millenial Era Digital

Era digitalisasi ini menjadi langkah awal yang baik, apabila kader IPNU bisa berinovasi membangun pola yang menarik, memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap para pelajar pun demikian dengan masyarakat dalam mengembangkan paham Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

Kader IPNU sudah mesti berperan menciptakan sebuah gagasan yang menjadi sebuah produk bahkan dapat diakses para pelajar dan masyarakat umum. Entah produk dari keilmuan maupun perekonomian.

Peran seperti itulah yang kemudian membuat wajah IPNU di masyarakat akan tampak lebih berkesan dan sangat dibutuhkan. Hal yang tidak dapat kita pungkiri, bahwa orang lain akan merasa terbantu bila kita tetap konsisten memberi kebaikan.

Peran selanjutnya adalah kader IPNU harus mampu memfilter setiap wacana-wacana ke-Islaman yang mengacu pada arah radikalisme. Kader IPNU harus menjadi garda terdepan dalam membentengi pemahaman tersebut.

Sudah banyak kita temui bahkan sampat ini, para pelajar yang notabene tidak mempunyai dasar pendidikan dunia pesantren juga ikut terkontaminasi dengan isu bahkan ajakan demikian.

Seperti yang dilansir pada media unkris.ac.id Satgas Pencegahan Terorisme BNPT 2014-2020, Ikhwan Syarief menjelaskan, perilaku terorisme 47,3% adalah anak muda dengan rentang usia 21-30 tahun, dengan tingkat pendidikan sekolah menengah atas sebesar 63,6 %.

Menurutnya, proses radikalisasi itu sendiri melalui 5 proses tahapan, yaitu pendekatan, perekrutan, pembaiatan, dan pembinaan yang berujung pada amaliyah Jihad.

Melihat problematika tersebut, perlu kiranya menjadi sebuah keharusan bagi kader IPNU dalam menangkal paham-paham radikalisme dikalangan pelajar.

IPNU sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan mesti mensosialisasikan nilai-nilai Islam yang ramah, bukan Islam amarah, Islam yang menarik bukan Islam yang memicu konflik.

Perkembangan Era Digitalisasi bisa kita lihat dengan danya payung hukum tentang Undang-Undang ITE. Meskipun di internet tidak ada batasan ruang dan waktu, namun ada sebuah sistem baru yang dibentuk agar kebebasan tersebut tidak melebih batas bahkan kemudian menjadi sebuah bala bagi masyarakat sendiri.

Salam Pelajar !

(Sandy Rezkia)

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles