Jumat, Oktober 7, 2022

Rekomendasi Buku Cerita Anak untuk Mengenalkan Keberagaman

spot_img

Kutub.idToleransi bukan sekedar menghargai agama lain, akan tetapi berbagai perbedaan yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Mulai dari keinginan, kesukaan hingga selera dalam berpakaian. 

Mengajarkan praktek baik pada anak mengenai toleransi bisa membantu mereka agar bisa memahami keberagaman, membangun sikap berprasangka baik dan menumbuhkan sikap empati pada sesama.

Mengajarkan praktik baik ini, tidak selalu harus melalui cara-cara yang kaku. Namun, bisa dengan cara yang menyenangkan yakni melalui buku cerita. Berikut rekomendasi buku cerita anak yang bisa menjadi pilihan untuk mengajarkan keberagaman!

Na Willa

Buku yang ditulis oleh Reda Gaudiamo ini bercerita tentang tingkah laku anak-anak yang selalu riang gembira. Cerita yang menggambarkan kegiatan keberagaman di buku Nawilla adalah ketika Na Willa yang non muslim ikut belajar ngaji di rumah Farida, meskipun dia hanya ikut duduk-duduk saja. Juga ketika Farida ikut menghias pohon Natal di rumah nawilla.

Dalam buku ini, kita akan belajar untuk bisa berteman dengan siapapun meskipun berbeda agama dan suku.

Baca juga #MingguBersamaBuku Aku, Meps dan Beps

Jenggo, Ayam Jago yang Sombong

Jenggo merupakan ayam jago yang tinggal di peternakan Pak Sukarasa. Jenggo merasa cemas dan kesal saat ada keluarga kambing yang akan tinggal di peternakan .

Jenggo pun jadi cemas dan memiliki prasangka. Jangan-jangan peternakan yang awalnya untuk ayam akan berubah menjadi peternakan kambing. Jenggo pun tidak bisa tinggal diam dan harus segera bertindak, namun apakah prasangkanya benar?.

Melalui cerita Jenggo ini, kita diingatkan tentang kasus bullying dan diskriminasi yang terjadi di lingkungan pertemanan anak-anak. Melalui cerita sederhana dan ilustrasi yang menarik, kita bisa belajar empati seraya berprasangka baik dan tidak terburu-buru dalam menilai seseorang.

Buku ini ditulis oleh Sekar Sosronegoro dan diterbitkan oleh Buah Hati pada tahun 2018.

Cerita Eyang

Cerita Eyang berkisah tentang seorang gadis kecil dan adiknya yang tinggal bersama eyang putrinya. Eyang tampak berbeda dari nenek lainnya karena Eyang punya kebutuhan istimewa.

Eyang suka menghitung sendok, suka mendengarkan radio, dan sayang sekali dengan daster-daster bermotif bunga miliknya. Lalu, bagaimana kedua gadis kecil itu menyikapi perbedaan sifat Eyang kesayangan mereka?

Buku ini berangkat dari pengalaman pribadi penulis yang terinspirasi oleh kehadiran anggota keluarga berkebutuhan khusus. Lewat Cerita Eyang, anak akan belajar bahwa perbedaan itu ada bukan untuk dijauhi atau ditakuti. Perbedaan justru harus dirangkul bersama dengan tetap saling menghargai.

Buku Cerita Eyang ini ditulis oleh Referika Rahmi dan diterbitkan oleh Seumpama Books tahun 2019.

Cap Go Meh

Nisa yang beragama Islam, berteman dengan Lili, seorang anak Tionghoa. Saat Idul Fitri tiba, Nisa mengundang Lili datang ke rumah dan mencicipi lontong cap go meh buatan ayahnya.

Namun, melihat hidangan itu, Lili berujar bahwa lontong cap go meh itu hidangan khas saat Imlek. Keduanya saling beradu pendapat soal lontong cap go meh tersebut. Apakah Nisa dan Lili akan bertengkar karena beda pendapat soal ini?

Kisah Nisa dan Lili mengajak anak-anak mengenali berbagai kebudayaan. Di Indonesia pun percampuran antara dua budaya mudah dijumpai, seperti halnya kehadiran hidangan lontong cap go meh pada perayaan Idul Fitri atau Imlek. 

Buku cap Go Meh ditulis oleh Sofie Dewayani dan diterbitkan oleh Litara pada tahun 2014.

Aku Suka Caramu

Rano adalah seorang anak tunanetra, ia memerlukan tongkat untuk membantunya berjalan. Ia berteman dengan Wuri, seorang anak perempuan yang ceria.

Suatu hari mereka pergi bersama ke acara ulang tahun Ali. Berkali-kali Wuri menawarkan diri untuk membantu Rano berjalan, tetapi Rano menolaknya. Wuri khawatir, tapi Rano tetap merasa yakin bisa tiba di rumah Ali dengan selamat. Bagaimana cara Rano melakukannya ya?

Cerita Rano dan Wuri membantu anak memahami bahwa ada sebagian temannya yang berbeda secara fisik. Meski demikian, mereka juga punya cara untuk melakukan rutinitas harian dengan mengandalkan dirinya sendiri, sama seperti anak.

Buku Aku Caramu ini ditulis oleh Audelia Agustine dan diterbitkan Litara pada tahun 2015.

Itu dia rekomendasi bacaan untuk anak yang mengajarkan keberagamaan. Cerita-cerita yang disampaikan di buku tersebut sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yah. Dengan begitu, proses mengenalkan konsep keberagaman dan ketersalingan jadi lebih menyenangkan.

Alangkah lebih baiknya jika Sahabat Kutub ikut mendampingi anak, adik atau keponakan ketika membaca yah.

Selamat membaca !

Dilansir dari PopMama. 

Editor  : Siti Fatonah

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles