Jumat, Oktober 7, 2022

Relationship Dalam Era Digital

spot_img

Kutub.id- Kehidupan modern cenderung membuat manusianya mendambakan segala sesuatu yang instan, termasuk dalam mencari pasangan. Aplikasi-aplikasi perjodohan pun mempermudah prosesnya dengan hanya sekali swipe. Namun apakah ‘pasangan instan’ hasil perjodohan algoritma ini akan langgeng selamanya atau hanya sekedar kecocokan secara statistik semata?

Fenomena ini diangkat oleh sutradara Drake Doremus yang pernah sukses menyutradarai film drama romantis Like Crazy lewat karyanya yang berjudul Newness. Berkisah mengenai Martin (Nicholas Hoult) dan Gabi (Laia Costa) yang terhubung setelah saling menemukan di aplikasi perjodohan semacam Tinder.

Kecocokan mereka di dunia digital rupanya membawa mereka hingga menjalin sebuah komitmen romantis jangka panjang. Namun sayangnya butuh waktu tak lama bagi mereka untuk bosan dan merasa tidak kompatibel.

Mungkin sesungguhnya mereka cocok satu sama lain. Namun karena kecenderungan era modern di mana konsep relationship (dan seks) bisa didapatkan dengan begitu mudahnya, keduanya menjadi sulit menghargai arti sebuah hubungan dan semakin bergerak ke kutub yang berbeda. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjalani open relationship.

Secara garis besar, Newness memberikan gambaran yang akurat mengenai perilaku pencarian jodoh para millennial modern, yaitu kebimbangan dan keraguan mereka, serta gambaran budaya hookup secara umum.

Meski beberapa adegan ditampilkan dengan cukup vulgar untuk standar adat ketimuran, Newness dapat menjadi tontonan reflektif yang membuat kita berpikir ulang mengenai konsep relationship dalam era digital ini.

Sumber: greatmind

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles