Jumat, Februari 23, 2024

Sebanyak 59 Santriwan dan Santriwati Ponpes Daarul Ma’arif Ciamis di Wisuda


Kutub.id- Sebanyak 59 santri yang terdiri dari santri putra dan putri Pondok Pesantren Darul Ma’arif resmi di wisuda, Sabtu (25/6).

Selain pelepasan wisuda kelas 12, acara tersebut digelar dalam rangka halal bihalal silaturahmi antar orang tua wali murid dengan guru, juga sekaligus kenaikan kelas bagi santri atau siswa kelas 10 dan 11.

Pada acara tersebut dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Daarul Ma’arif KH Kusoy Fadiliyah, Yayasan Daarul Ma’arif Hj Iis siti Aisyah, Kepala Sekolah MA El-Bas Drs Misbahuddin dan para tamu undangan lainnya.

Acara berlangsung sangat meriah dengan diiringi tarian adat budaya sunda yang diperankan oleh santriwan-santriwati Ponpes Daarul Ma’arif Ciamis.

Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Drs Misbahuddin melaporkan kepada seluruh orang tua dan yang hadir pada acara tersebut bahwa sekolahnya mempunyai program unggulan.

“Program unggulan tersebut yaitu program camp Bahasa arab dan inggris, tahfizdul qur’an, takhossus kitab, English Intensive course, program Bahasa ke pare kediri dan masih banyak lainnya. Program tersebut yang menjadi daya Tarik tersendiri dan menjadi ciri khas keunikan yang ada di pesantren Daarul Ma’arif,” katanya.

Diakhir acara, acara dilanjut dengan Talk Show dengan menghadirkan Atase Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia Mr Muhammad Nazruq Azraq membahas seputar pendidikan serta jalur beasiswa bagi pelajar Indonesia yang hendak kuliah ke Negeri Jiran.

Pengasuh Ponpes Daarul Ma’arif KH Kusoy Fadiliyah menyampaikan alumni santri dan satriwati dari Ponpes Daarul Ma’arif sudah tersebar di berbagai daerah dan di berbagai perguruan tinggi.

“Alumni kita sudah tersebar ke berbagai perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti Kairo Mesir, Ghiangzhou China dan lainnya, dan kami akan terus memperluas lagi salah satunya mengirim anak-anak ke Negeri Jiran Malaysia,” katanya.

Sementara itu, Mr Muhammad Nazruq Azraq, menyampaikan pendidikan di negaranya dengan negara Indonesia tidak jauh berbeda, karena mempunyai kultur yang sama.

“Kehidupan di Malaysia sebetulnya tidak beda jauh dengan di Indonesia, soal adaptasi akan bisa cepat karena kultur yang ada di Indonesia dengan Malasyia tidak beda jauh. Untuk masalah biaya Pendidikan, mahasiswa cukup mengeluarkan lima belas juta perbulannya. Dan untuk bekal kehidupan sehari-hari, kira-kira tiga juta,” pungkasnya.

Pewarta: Chandra Nurpadillah
Editor: Abdul Manap

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles