Selasa, Oktober 4, 2022

Sekarang adalah Masa Lalu dan Masa Depan adalah Sekarang

spot_img

Oleh Abdul Manap
Berbicara perihal masa depan, ini sudah menjadi topik yang lumrah pada setiap orang. Setiap orang selalu berharap hidupnya bisa lebih baik dari sebelumnya. Setiap orang selalu ingin mendesain hidupnya agar masa depannya sesuai dengan keinginannya. Mustahil bagi orang normal tidak mau hidupnya lebih baik dari keadaannya saat ini. Karena masa depan gemilang dan bahagia itu harapan semua orang dan fitrah manusia.

Setiap orang punya mimpi, setiap individu punya harapan, setiap manusia pasti punya cita-cita dan setiap makhluk mempunyai garis jalannya sendiri untuk menentukan senang dan sengsaranya kehidupan kemudian.

Hidup adalah misteri dan kematian adalah hal yang pasti. Kita tidak mengetahui sampai kapan jatah yang diberikan Tuhan habis untuk mencari jati diri di dunia ini. Maka doa dan harapan, akhir hidup ingin dalam kebaikan.

Membangun masa depan yang lebih baik adalah bagian dari semangat untuk terus menjalani kehidupan. Dengan mempunyai cita-cita, mimpi, dan harapan kita mempunyai kekuatan untuk menjalani setiap aktivitasnya. Berbeda dengan orang yang gagal dalam meneguhkan apa makna hidupnya, ia menjalani kehidupannya dengan datar tanpa arah dan tujuan yang pasti.

Mimpi dan cita-cita akan terwujud apabila ditindak lanjuti dengan aksi nyata. Ada tiga pilihan yang manusia hadapi dalam menjalani kehidupannya. Menyerah dan memulai sesuatu yang baru, bertahan dan terus berjuang, atau menyerah dan tak berbuat apa-apa. Manusia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan itu.

Pilihan pertama dan kedua tak akan menyesatkanmu, pilihan ketiga bisa saja menjerembabkanmu pada usia tua tanpa hasil apa-apa. Karena memilih untuk tidak membuat progres sama sekali dalam hidupnya.

Perhatian kita bukan pada hasilnya, namun pada kemantapan hati untuk membuat progres-progres kecil dalam hidup ini. Progres-progres itulah yang kelak jika Tuhan merestui, akan membawa kita pada hasil yang luar biasa. Seperti kata pepatah,

“Usaha tidak akan mengkhianati hasil”.

Berpegang pada pepatah tersebut teruslah berusaha sebaik dan semaksimal mungkin untuk masa depan yang gemilang. Saya meyakini apa yang saya kerjakan hari ini menentukan kondisi hidup di masa depan.

Penulis adalah mahasiswa asal Sukabumi yang suka main di pantai

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles