Kamis, Desember 1, 2022

Sindrom Cinderella Complex: Ketika Kerapuhan Membuatnya Bergantung Pada Orang Lain

spot_img

Kutub.id – Hai hai Kutubers! Kebanyakan dari kita pasti tahu dong dongeng tentang Cinderella. Cerita tentang seorang anak perempuan yang tinggal bersama ibu tirinya dengan segala penderitaan yang ia rasakan hingga akhirnya menemukan cinta dari pangeran yang merubah kehidupannya.

Ngomong-ngomong soal Cinderella, Kutubers tau gak sih ternyata ada loh fenomena psikologis yang di berhubungan erat dengan Cinderella ini? Yups! sindrom Cinderella complex. Kalau kita lihat nih, tokoh Cinderella itu memiliki kepribadian yang baik, lemah lembut dan sangat feminin. Nah gak jauh beda dengan ciri-ciri sindrom yang MinTub akan coba bahas.

Sebelumnya kita mesti tahu dulu nih apa sih sindrom Cinderella complex ini. Dari halodoc.com sindrom Cinderella complex ini adalah fenomena psikologis yang membuat perempuan cenderung menilai diri sendiri dan menggantungkan hidup mereka pada sosok pelindung, dalam hal ini adalah pasangannya.

Perempuan yang menderita sindrom ini cenderung memiliki rasa takut berlebih akan kemandirian dan selalu menggantungkan kebahagiaannya dengan status emosional mereka. Sehingga mereka mendambakan akan datang pangeran yang mereka yakini akan membawa kebahagiaan.

Seorang penulis Amerika, Colette Dowling yang terkenal karena bukunya tahun 1981 The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence, yang merupakan buku terlaris New York Times sekaligus praktisi psikoterapi, mengatakan akarnya adalah sejumlah aturan sosial tertentu dan pola asuh yang salah malah membuat wanita jadi tidak mandiri.

Adanya budaya dan pola pikir yang mengakar membuat pandangan stereotape dan aturan soal feminin dan maskulin adalah salah satu alasan mengapa sindrom ini bisa ada. Sifat feminin biasanya digambarkan dengan kerapuhan sehingga harus di jaga dan sifat maskulin yang mandiri dan kuat membuat sindrom Cinderella Complex ini hadir.

Dari idntimes.com, biasanya orang dengan sindrom Cinderella Complex ini memiliki sifat feminin. Seperti yang Colette Dowling bilang, mereka berpikir kalau sifat feminin ini melambangkan kelemahan sehingga perlu seseorang untuk menjaganya dan berharap akan ada pangeran yang datang melindunginya dan membawa kebahagiaan.

Salah satu ciri lainnya adalah mereka selalu mendambakan pasangan yang bisa melindungi, mengayomi dan menyediakan segala kebutuhan hidupnya. Mereka akan berpikir hidup mereka akan bahagia ketika seseorang itu datang. Padahal kebahagiaan kita adalah tanggung jawab kita. Kebahagiaan kita, kita yang ciptakan.

Karena sindrom ini menggantungkan dirinya kepada orang lain, ini membuat mereka akan merasa cemas hidup sendiri. Padahal kalau kita percaya akan potensi yang kita miliki, MinTub rasa hidup sendiri tidakkah buruk.

Dan yang terakhir adalah selalu berusaha mempercantik diri dengan tujuan menarik perhatian laki-laki yang mereka pikir akan menjadi pasangannya. Mempercantik diri memang hal yang baik jika didasari rasa selflove yang tinggi. Tapi jika tujuannya untuk menarik perhatian orang lain, ini menjadi indikator kalau mereka tidak bisa menghargai diri sendiri.

Kalau salah satu dari ciri sindrom Cinderella Complex ini ada di diri kamu, mending kita coba ubah mindset dari sekarang. Udah gak musim menggantungkan kebahagiaan kita kepada orang lain. Kita bisa menjadi wanita hebat yang mandiri dan bahagia tanpa adanya menggantungkan diri kepada orang lain.

Penulis: Bestari Saniya

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles