Senin, September 26, 2022

Warkop, Tempat Kuliah dengan SKS yang Tak Terhingga

spot_img

Kutub.id– Ketika semester satu, aku semangat banget untuk kuliah. Terlebih waktu itu kuliah adalah tujuan utamaku setelah lulus dari SMA. Duduk paling depan, bawa buku tulis dan buku baca, laptop pun tak lupa dibawa. Jangan lupa, air minum juga sama dibawa. Alhasil tas berat banget.

Setelah itu, kusimak penjelasan dosen yang sangat njelimet. Dengan badan sigap dan kepala yang terus sibuk naik turun antara menulis dan juga memperhatikan gerak dosen. Di akhir kuliah, dosen kerap ngasih ‘oleh-oleh’ makalah yang harus diselesaikan di rumah. Mau tidak mau, seharusnya ketika di rumah itu istirahat, ini malah nugas sampai gadang. Alhasil wajah jerawat dan sahabat paling setia adalah kopi.

Kuliah saja gak cukup ternyata, setelah jam matkul beres aku sering nongkrong di warkop untuk sekadar ngobrol dengan kawan-kawan baru, ternyata mereka bukan orang ecek-ecek, latar belakang mereka ada yang menjadi guru, pengacara, karyawan pabrik terbesar bahkan ada yang keturunan darah biru.

Di warung yang dekat dengan hilir mudik deru mesin itu, aku sering berdiskusinya banyak hal. Mulai dari masalah kuliah, kehidupan sosial, hingga masalah poligami yang sering dibabad habis tapi tak pernah tuntas karena pro dan kontra.

Setelah sering berdiskusi dengan mereka, aku jadi memiliki kesimpulan bahwa kuliah saja gak cukup, kita perlu ngopi lalu duduk melingkar membicarakan banyak hal yang tidak diajarkan di dunia perkuliahan.  Rasa-rasahya, ketika sudah masuk ke dunia warkop, aku menemukan kuliah dengan SKS yang tak terhingga. Dari warkoplah bibit-bibit manusia diciptakan dari racikan kopi yang penuh rasa persaudaraan.

(Siti Fatimah)

Baca Juga

Stay Connected

0FansSuka
20PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles